BPS: Desember 2015, Impor Jatim Naik 1,51 persen

BPS: Desember 2015, Impor Jatim Naik 1,51 persen
Mesin dominasi impor non migas Jatim, foto: sandhi nurhartanto/enciety.co

Nilai impor Jawa Timur pada Desember 2015 mencapai USD 1.519,96 juta atau naik 1,51 persen dibandingkan impor bulan November 2015 yang mencapai USD 1.497,39 juta. Secara kumulatif, nilai impor Januari – Desember 2015 mencapai USD 19.280,18 juta atau turun 23,52 persen dibanding periode yang sama tahun 2014 yang mencapai USD 25.210,96 juta.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timu M Sairi Hasbullah mengatakan, selama Desember 2015, jika dilihat menurut negara asal impor barang, Tiongkok merupakan negara pemasok barang impor non migas Jawa Timur terbesar.

“Impor negara Tiongkok ke Jatim dengan nilai USD 368,94 juta, diikuti Amerika Serikat USD 95,16 juta, Thailand USD 73,50 juta. Kontribusi ketiganya mencapai 41,68 persen,” kata M Sairi Hasbullah di kantornya, Jumat (15/1/2016).

Sementara untuk negara ASEAN asal barang impor non migas terbesar adalah Thailand dengan nilai impor mencapai USD 73,50 juta, diikuti Singapura dengan nilai USD 68,37 juta dan Vietnam dengan nilai impor mencapai USD 47,02 juta

Impor non migas Jatim bulan Desember 2015 mencapai USD 1.289,81 juta atau naik 0,13 persen dibanding impor non migas bulan November 2015 yang mencapai USD 1.288,17 juta. Sedangkan selama Januari – Desember 2015 impor non migas Jawa Timur mencapai USD 15.649,53 juta atau mengalami penurunan sebesar 12,62 persen dibanding periode yang sama tahun 2014 yang mencapai USD 17.909,03 juta.

“Selama bulan Desember 2015 impor non migas Jawa Timur didominasi oleh mesin-mesin/ peralatan mekanik dengan nilai USD 153,86 juta, diikuti besi dan baja sebesar USD 112,18 juta, gandum-ganduman sebesar USD 101,14 juta, plastik dan barang dari plastik sebesar US 92,38 juta, serta bungkil industri makanan sebesar USD 69,15 juta,” terangnya.

Sedangkan untuk impor migas Jatim di bulan Desember 2015 mencapai USD 230,15 juta atau naik 10,00 persen dibanding impor migas bulan November 2015 yang mencapai USD 209,22 juta.

“Selama Januari – Desember 2015 impor migas mencapai USD 3.630,65 juta atau mengalami penurunan sebesar 50,28 persen dibanding impor migas periode yang sama tahun 2014 yang mencapai USD 7.301,93 juta,” jelasnya. (wh)