BPS Catat Nilai Tukar Nelayan Jatim Turun 1,97 Persen

BPS Catat Nilai Tukar Nelayan Jatim Turun 1,97 Persen
foto: sandhinurhartanto/enciety.co

Nilai Tukar Nelayan (NTN) Jawa Timur di bulan Desember 2015 mengalami penurunan sebesar 1,97 persen yaitu dari 107,01 pada bulan November 2015 menjadi 104,91 pada bulan Desember 2015.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim M Sairi Hasbullah mengatakan penurunan NTN ini disebabkan karena indeks harga yang diterima nelayan turun. “Penurunannya  sebesar 0,89 persen sementara indeks harga yang dibayar nelayan mengalami kenaikan sebesar 1,10 persen,” kata M Sairi Hasbullah.

Sedangkan sepuluh komoditas utama yang mengalami kenaikan terbesar indeks harga yang diterima nelayan adalah ikan teri, ikan kembung, rajungan, ikan layur, ikan kerapu, ikan kurisi, ikan manyung, ikan belanak, ikan kuwe/bebara, dan kepiting laut.

Sementara sepuluh komoditas utama yang mengalami penurunan terbesar indeks harga yang diterima nelayan adalah ikan tongkol, ikan kuniran, ikan cakalang, ikan layang, ikan swanggi, cumi-cumi, ikan bawal, remis, ikan cucut, dan ikan gulamah/tigawaja.

Sepuluh komoditas utama yang mengalami kenaikan terbesar indeks harga yang dibayar nelayan adalah cabai rawit, bawang merah, tomat sayur, bawang putih, cabai merah, telur ayam ras, beras, rokok kretek, rokok kretek filter, dan ikan pindang tongkol.

Sementara sepuluh komoditas utama yang mengalami penurunan terbesar indeks harga yang dibayar nelayan adalah ikan cakalang, sawi, es batu, salak, bayam, petai, ikan tongkol, minyak goreng, emas perhiasan, dan terung.

Untuk perkembangan NTN bulan Desember 2015 terhadap bulan Desember 2014 (tahun kalender Desember 2015 sekaligus year-on-year Desember 2015) mengalami kenaikan sebesar 2,27 persen.

Dari enam provinsi di Pulau Jawa yang melakukan penghitungan NTN pada bulan Desember 2015, empat provinsi mengalami penurunan NTN sementara dua provinsi lainnya mengalami kenaikan NTN.

“Penurunan NTN tertinggi terjadi di Provinsi Jawa Timur yang mengalami penurunan sebesar 1,97 persen diikuti Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta sebesar 1,35 persen, Provinsi Jawa Tengah sebesar 1,30 persen, dan Provinsi Jawa Barat sebesar 0,54 persen,” ujarnya.

Adapun provinsi yang mengalami kenaikan NTN terbesar adalah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta yang mengalami kenaikan sebesar 1,69 persen diikuti Provinsi Banten sebesar 0,26 persen.  Rata-rata NTN Jawa Timur tahun 2015 mengalami kenaikan sebesar 0,17 persen dibanding tahun 2014 yaitu dari 106,51 menjadi 106,69.

Kenaikan tersebut disebabkan kenaikan rata-rata indeks harga yang diterima nelayan (8,98 persen) lebih besar dari kenaikan rata-rata indeks harga yang dibayar nelayan (8,80 persen).

“Pada tahun 2015, kenaikan NTN terbesar terjadi pada bulan Januari yaitu sebesar 3,31 persen sedangkan penurunan NTN terbesar terjadi pada bulan Desember yaitu sebesar 1,97 persen,” tutupnya. (wh)