BPS Bakal Rilis Pertumbuhan Ekonomi Jatim Triwulan I-2015

BPS Bakal Rilis Pertumbuhan Ekonomi Jatim Triwulan I-2015

Badan Pusat Statistik (BPS) baik pusat maupun daerah akan menerbitkan rilis Produk Domistik Bruto (PDB), Produk Domistik Regional Bruto (PDRB) dan pertumbuhan ekonomi triwulan II-2015, pada Rabu (5/8).

Kepala Badan Pusat Statistik Jawa Timur, M Sairi Hasbullah dikantornya Surabaya, Selasa (4/8/2015) menyatakan, rilis BDP, PDRB, dan pertumbuhan ekonomi selalu ditunggu-tunggu pemerintah dan pelaku usaha untuk mengetahui sampai dimana keberhasilan pembangunan khususnya dibidang ekonomi. Selain itu, rilis tersebut akan dijadikan acuan dasar untuk program pembangunan selanjutnya

Perlu diketahui pertumbuhan ekonomi Jawa Tumur pada triwulan I-2015 terhadap triwulan I tahun 2014 (y-on-y) sebesar 5,18 persen atau masih lebih tinggi dari pertumbuhan nasional periode sama yang hanya 4,71 persen. Meskipun lebih baik dari pertubuhan nasional  ekonomi Jawa Timur pada triwulan 1-2015 mengalami perlambatan dibandingkan tahun lalu.

Pertumbuhan perekonomian Jawa Timur pada triwulan I-2015 sebesar 5,18 persen (y-on-y) dibandingkan partumbuhan triwulan I-2014 yang mencapai 5.90 persen menunjukan ekonomi Jawa Timur sedang mengalami kelesuan. Oleh sebab itu pada triwlulan II-2015 ekonomi Jawa Timur diharapkan tumbuh lebih baik dan terus membaik .

Struktur perekonomian Jawa Timur menurut lapangan usaha triwulan I-2015 didominasi oleh tiga lapangan usaha utama yaitu: Kategori industri pengolahan 29,76 persen; kategori pertanian, kehutanan dan perikanan 14,54 persen dan kategori perdagangan besar-eceran dan reparasi mobil-sepeda motor 17,51 persen. Pada triwulan II-2015 perdagangan hotel dan restoran serta perimndustrian masih diatas pertanian.

Bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhannya, lapangan usaha industri pengolahan memiliki sumber pertumbuhan tertinggi sebesar 1,58 persen. Diikuti kategori perdagangan besar dan eceran, dan reparasi Mobil dan sepeda Motor sebesar 1,08 persen; dan kategori konstruksi sebesar 0,56 persen. Dari sisi pengeluaran pertumbuhan tertinggi dicapai oleh komponen ekspor antar daerah sebesar 4,41 persen, sedangkan terendah komponen perubahan Inventori (-3,08 persen).

Sedangkan Perekonomian Jawa Timur pada triwulan I-2015 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp 402,95 triliun, sedangkan PDRB atas dasar harga konsta mencapai Rp 320,56 triliun. Bila dibandingkan dengan PDRB pada 2014 mengalami peningkatan cukup baik.

Diharapkan pula ekonomi Jawa Timur yang diukur dengan PDRB atas harga berlaku dan harga konstan akan terus tumbuh seiring dengan pelabuhan teluk Lamong beberapa watu lalu. Dengan beroperasinya Telauk Lamong ekspor Jawa Timur baik keluar negeri dan kebebrapa daerah di Indonesia akan meningkat. (wh)