BPPT Kembangkan  Black Garlic untuk Obati Kanker

BPPT Kembangkan Black Garlic untuk Obati Kanker

Kekayaan dan keragaman sumber hayati di Indonesia banyak yang bermanfaat untuk kesehatan. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) pun telah menghasilkan natural black garlic yang berkhasiat dari berbagai penyakit.

Black garlic adalah bawang hitam yang berasal dari bawang putih yang telah diproses secara fermentasi pada suhu tertentu dan waktu yang lama, sehingga menghasilkan senyawa baru yang mempunyai efek farmakologis.

Deputi Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi BPPT Eniya Listiani Dewi mengatakan, fermentasi bawang putih ini tanpa bahan tambahan apapun. Black garlic yang terfermentasi itu pun rasanya manis, bertekstur lembut dan tidak meninggalkan bau mulut. Black garlic ini awalnya dikembangkan di Jepang dan Korea. “Black garlic mengandung antioksidan 10 kali lipat dari bawang putih,” katanya di Jakarta.

Proses fermentasi dilakukan selama 30 hari pada suhu dan kelembaban stabil dengan peralatan yang mempunyai spesifikasi laboratorium.

Eniya menambahkan, black garlic memiliki kandungan S-allycysteine, polifenol, asam amino yang bermanfaat sebagai antikanker, antikolesterol dan penurun kadar gula darah. Khasiatnya telah terbukti secara empiris dan ilmiah. “Sampel dilakukan ke 200 orang dengan berbagai keluhan. Hasilnya 94 persen menyatakan bertambah bugar, ada perbaikan kadar gula darah, asam urat, kolesterol dan tekanan darah tinggi,” paparnya.

Bahkan empat orang penderita stroke mengaku kondisinya membaik dan satu penderita kanker payudara merasa ukuran tumornya mengecil.

Dikatakan Eniya, saat ini natural black garlic BPPT telah dipasarkan melalui koperasi BPPT dan disebarluaskan ke siapapun sebagai distributor. “Kendalanya proses fermentasi yang dilakukan di unit kami perlu diperbesar sehingga tercukupi untuk permintaan konsumen yang sekarang makin besar,” ujarnya. (bst)