BPOM Surabaya Dalami Bakteri E-coli di Es Batu

 

BPOM Surabaya Dalami Bakteri E-coli di Es Batu

Banyaknya produsen es batu yang mengeyampingkan kebersihan membuat Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Surabaya bertindak untuk menyelidiki kandungan bakteri e-coli di dalamnya.

Kepala Bidang Sertifikasi dan Layanan Informasi BPOM Surabaya Retno Katulistiwa mengungkapkan, pihaknya akan berangkat ke Jakarta untuk mendalami bersama BPOM pusat.

“Besok (Senin 14/7/2014) kami akan berangkat ke jakarta mengikuti arahan dari pusat,” tutur dia kepada enciety.co, Minggu (13/7/2014).

Di Jakarta, ia akan mendapatkan pembekalan untuk mendalami bakteri e-coli di berbagai tingkat produsen es batu di Surabaya. “Selama ini, kami belum sampai melakukan pemeriksaan tentang kandungan es batu di wilayah Surabaya,” terangnya.

Menurut dia, di Surabaya sendiri dimungkinkan banyak perusahaan yang tidak menggunakan standar kebersihan produksi. Sehingga dikhawatirkan banyak bakteri e-coli di dalamnya. “Kan tahu sendiri, apa air yang digunakan es batu itu benar-benar bersih?” katanya.

Dari hasil Survei Pengawasan Jajanan Anak Sekolah 2013, 80 persen jajanan rentan bakteri justru terdapat pada es batu yang tidak memenuhi syarat.

“Ini sangat mengkwatirkan terutama saat Ramadan pasti masyarakat semakin banyak mengonsumsi es. Banyak bakteri yang terdapat di batu es, ini dikarenakan pembuatannya menggunakan air mentah,” ujarnya.

Padahal, terang Retno, bakteri e-coli adalah bakteri yang biasanya sama dengan bakteri pada tinja. Tidak hanya itu, ada juga kapang dan kamir serta bakteri salmonela. Bakteri-bakteri tersebut tetap saja hidup dan berkembang meskipun sudah dijadikan es dan dikonsumsi oleh penggunanya. (wh)