BPOM Surabaya Bantu Pelaku Usaha Urus Legalitas dan Perizinan

BPOM Surabaya Bantu Pelaku Usaha Urus Legalitas dan Perizinan

Maria Chatarina Retnaning memaparkan perizinan untuk pelaku usaha. foto: arya wiraraja/enciety.co

Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Surabaya menggelar sosialisasi terkait pentingnya perizinan bagi pelaku usaha Surabaya. Acara itu dihelat dalam Launching Program Pahlawan Ekonomi & Pejuang Muda Surabaya dan #SheMeansBusinees 2019 di Kaza City Mall, Sabtu (1/6/2019).

Maria Chatarina Retnaning D. A,  perwakilan BPOM Surabaya, mengatakan  sesuai UU Pangan Nomor 18 Tahun 2012, Peraturan Kepala Badan POM Nomor 27 Tahun 2017 Tentang Pendaftaran Pangan Olahan  dan Peraturan Pemerintah No 28 Tahun 2011 Tentang Keamanan Mutu dan Legal Pangan, setiap pangan olahan yang diproduksi dan dikonsumsi serta diperdagangkan di luar negeri wajib memiliki izin edar.

“Jadi kalau punya produk olahan yang siap dikonsumsi itu wajib punya izin. Hal ini dilakukan supaya masyarakat tahu jika produk bapak ibu aman dikonsumsi,” kupas Maria.

Kata Maria, di Indonesia ada tiga izin edar yang dibutuhkan untuk produk makanan. Pertama, Izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT). Kedua, Izin Edar BPOM Makanan Dalam (MD). Ketiga, Izin Edar BPOM Makanan Luar (ML).

Untuk izin PIRT, terang Maria, dikeluarkan Dinas Kesehatan di kabupaten atau kota setempat kepada para pelaku usaha kecil dan menengah. Untuk Izin MD dan ML, dikeluarkan BPOM untuk makanan yang berasal dari luar negeri untuk Izin ML dan untuk makanan dari dalam negeri untuk Izin MD.

“Contoh produknya jamu dan kosmetik. Daftar izin edarnya di BPOM,” ujar dia.

Menurut Maria, seharusnya seluruh produk pelaku usaha wajib didaftarkan terlebih dulu di BPOM. Sedangkan untuk produk yang wajib didaftarkan untuk izin PIRT hanya sebagian kecil saja produk yang wajib mengantongi izin tersebut.

Maria lalu menjelaskan perbedaan izin PIRT dengan izin edar BPOM Izin MD dan Izin ML. “Kalau Izin PIRT ini satu nomor bisa digunakan untuk banyak produk. Kalau izin MD dan Izin ML satu produk satu produk karena kami melihat dari berbagai macam aspek. Contohnya komposisi dan label, beda komposisi dan label kita wajib memberikan nomor berbeda. Jadi lebih detail,” tegas Maria.

Untuk pengurusan perizinan, Maria menjelaskan jika pihaknya bakal terus berkomitmen membantu pelaku usaha, terutama para anggota Pahlawan Ekonomi & Pejuang Muda Surabaya.

“Untuk persyaratan hampir sama. Contohnya peralatan dan tempat produksi yang harus bersih dan lain sebagainya. Jika telah disurvei dan hasilnya memenuhi persyaratan, kami akan terbitkan surat rekomendasi,” tegasnya.

BPOM Surabaya Bantu Pelaku Usaha Urus Legalitas Usaha

Maria menambahkan, ada beberapa peraturan BPOM Pusat yang meringankan pelaku usaha kecil menengah mengurus perizinan BPOM. Di antaranya potongan biaya 50 persen untuk biaya evaluasi, BPOM juga menggratiskan biaya uji laboratorium dengan prasyarat yang telah terpenuhi.

“Kami sangat berharap pelaku usaha dapat memanfaatkan segala fasilitas yang telah disediakan BPOM sebaik-baiknya. Karena, banyak manfaat yang bisa didapat kalau sudah mengantongi izin dari BPOM,” pungkas Maria.(wh)