BPOM Surabaya : 45 Distributor Terjaring Simpan Makanan Berbahaya

BPOM Surabaya : 45 Distributor Terjaring Simpan Makanan Berbahaya

Razia makanan berbahaya yang dilakukan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Surabaya berhasil menemukan makanan ringan seperti krupuk yang diduga ada boraks atau pengawetnya.

Tempat-tempat yang berhasil dideteksi ditemukan makanan berbahaya berada di Masjid Al-Akbar Surabaya ada 5 makanan berbahaya, di kawasan sekitar Ampel dan Pabean  terjaring 4 makanan berbahaya, di Pusat Jajanan Semolowaru ada 7 makanan, dan di daerah Blauran ada 2 makanan.

Kepala Bidang Sertifikasi dan Layanan Konsumen BPOM Surabaya Retno Chatulistiani mengatakan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap 75 distributor makanan dan terjaring 45 distributor yang menyimpan jenis makanan yang berbahaya bila dikosumsi.

“Kami menemukan 165 jenis makanan yang kemasannya rusak, kadaluarsa sebanyak 57 jenis, tanpa izin edar 17 jenis, label tanpa menggunakan bahasa Indonesia 3 jenis, dan label tidak memenuhi atau tidak lengkap 33 jenis. Untuk total item yang diamankan, kami berhasil mengamankan total 2.596 makanan/minuman dari 45 distributor tersebut,” kata Retno kepada wartawan, Senin (29/6/2015).

Menurut dia, makanan yang berbahaya adalah makanan olahan maupun makanan yang diproduksi oleh industri rumahan (home industry). Banyak diketahui bila mengenai pemenuhan syarat makanan misalnya izin edar, kemasan rusak, kadaluarsa, tanpa izin, dan label yang tidak memenuhi tidak dipenuhi.

“Kami akan terus pelototi hingga lebara agar makanan berbahaya tidak merusak orang beribadah puasa,” papar dia. (wh)