BPOM Awasi Peredaran Jajanan di Sekolah

BPOM Awasi Peredaran Jajanan di Sekolah

Jajanan yang beredar di masyarakat hingga di sekolah akan dipelototi Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Surabaya. Kini, BBPOM akan menyosialisasikan pengawasan makanan di sekolah-sekolah dengan program Bus Laboratorium Keliling (Labling).

Kepala BBPOM Surabaya Endang Pudjiwati mengatakan, sebenarnya pengawasan produk-produk makanan olahan di Jatim tidak lagi menjadi tugas tunggal BBPOM, namun juga masyarakat khususnya orang tua yang memiliki anak yang bersekolah di tingkat dasar.

“Nantinya di bus Labling ini, para siswa dan masyarakat juga diedukasi menguji kandungan-kandungan yang ada dalam suatu produk,” katanya.

Uji kandungan ini akan diajari dengan cara sederhana untuk mencari kadar formalin, boraks, dan zat-zat berbahaya lainnya. Dengan tujuan agar masyarakat bisa mengawasi secara langsung makanan olahan dan jajanan yang dikonsumsinya

“Anak kecil yang berusia sekolah biasanya suka jajanan. Ini yang diharapkan agar orang tua mengawasi jajanan anaknya,” terang Eandang.

Kata dia, nantinya tidak hanya di sekolah. Bus Labling ini pun juga melakukan sosialisasi di kampung-kampung agar masyarakat luas dapat menjadi agen pengawasan jajanan makanan independen.

“Juga memberikan pengajaran kepada masyarakat agar tahu apa yang dikonsumsi oleh mereka,” ucapnya.

Endang menjelaskan pengawasan jajanan dan makanan secara sederhana, bisa dilihat dari izin, sertifikat halal, kandungan bahan yang ada, serta tanggal kadaluarsa produk tersebut.(wh)