BPN Pusat Beri Solusi Lahan Frontage Road Sisi Barat

BPN Pusat Beri Solusi Lahan Frontage Road Sisi Barat

Persoalan pembebasan lahan untuk proyek frontage road satu per satu terurai. Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini menyatakan, kendala perizinan dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Surabaya telah teratasi. Ia mengaku sudah bertemu Kepala BPN RI Hendarman Supandji di Jakarta, Kamis (10/4/2014) lalu. BPN Pusat memberikan solusi agar proyek itu bisa segera dilanjutkan.

Risma semula berkunjung ke ibukota guna berkordinasi dengan Kementerian Sosial terkait pencairan anggaran kompensasi penutupan lokalisasi Dolly dan Jarak. Namun tiba-tiba ia dipanggil kepala BPN RI untuk berdiskusi soal frontage road.

“Saya tiba-tiba dipanggil Kepala BPN Pusat, terus saya ditanya soal masalahnya kenapa. Saya jelaskan kalau kami punya masalah tanah eigendom verponding (sertifikat tanah negara sejak zaman Belanda) yang warga punya sertifikatnya,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (11/4/2014).

Hendarman lalu menyampaikan, pemerintah kota Surabaya wajib membayar kompensasi kepada warga bila warga terbukti memiliki sertfikat. “Kata beliau, kalau warga punya sertifikat dari tanah negara itu, ya harus dibayar,” terangnya.

BPN RI pun memberikan contoh status tanah double track PT KAI. Menurut Hendarman, lahan untuk double track merupakan tanah negara dan warga sudah menempati lahan tersebut. “Tapi supaya tidak salah, warga diminta menjadikan sertifikat terlebih dulu. Baru setelah itu dibayar. Kalau sudah punya sertifikat, ya nggak ada masalah,” urainya.

Risma mengungkapkan, anggaran untuk melanjutkan pengerjaan frontage road sisi barat itu sudah siap. “Sudah siap tender. Stage pertama siap dikerjakan. Tapi ini kita masih revisi untuk mengerjakan frontage road yang timur, yang di depan UIN Sunan Ampel,” paparnya.

Untuk diketahui, dari total 37 persil, baru 16 persil yang sudah dibebaskan untuk frontage road sisi barat dan mulai dibongkar. Puluhan persil yang masih bermasalah di antaranya ialah garasi atau pool Cipaganti. Namun Risma menuturkan, pihaknya siap untuk membayar kompensasi untuk lahan Cipaganti tersebut. “Insya Allah Senin (14/4/2014), akan kita bayar. Nilainya besar sekali itu, Rp 18 miliar,” imbuhnya.

Sementara itu, pemenang lelang untuk stage pertama itu telah ditentukan. “Pemenangnya tender-nya sudah ada. Makanya kita mau kerjakan. Kira-kira selesai 6 bulan. Tapi stage-nya banyak, kalau nggak salah ada 3 tahap,” tandasnya.(wh)