BPH Migas: Mobil Pribadi Dilarang Konsumsi BBM Subsidi

BPH Migas: Mobil Pribadi Dilarang Konsumsi BBM Subsidi

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) berencana mengeluarkan kebijakan baru terkait pengendalian penyaluran bahan bakar minyak (BBM) subsidi di 2015. Pengendalian dilakukan agar kuota BBM subsidi di 2015 sebesar 46 juta kilo liter (KL) cukup hingga akhir tahun.

Kepala BPH Migas Andy Noorsaman Sommeng mengatakan kebijakan pengendalian itu antara lain melarang mobil pribadi mengonsumsi BBM subsidi dan mengurangi jumlah kepala selang (nozzle) BBM subsidi.

“Penyaluran BBM subsidi harus tepat sasaran. Kami usulkan pengaturan pada sektor pengguna. Mobil pribadi enggak boleh pakai subsidi. Jumlah nozzle BBM subsidi dikurangi,” kata Andy di Jakarta, Rabu (17/12/2014).

Andy menuturkan kebijakan itu akan dituang dalam revisi Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No. 1 tahun 2013 tentang Pengendalian Penggunaan Bahan Bakar Minyak. Pada Permen No.1 itu sudah mengatur larangan penggunaan BBM subsidi bagi kendaraan dinas pemerintah dan BUMN, serta kendaraan pertambangan, perkebunan dan kehutanan.

Lebih lanjut Andy menuturkan kuota BBM subsidi 2014 sebesar 46 juta KL cukup hingga akhir tahun. Rendahnya disparitas harga BBM subsidi dan non subsidi menekan konsumsi BBM subsidi serta aksi penyimpangan.”Kuota BBM enggak akan terlampaui. Sekarang disparitas kecil. Optimis 46 juta kl sampai akhir tahun,” ujarnya. (bst/ram)