Bos Opera Ciptakan Media Sosial Baru

Bos Opera Ciptakan Media Sosial Baru

 

Pendiri sekaligus mantan Chief Executive Officer peramban Opera, Jon S. von Tetzchner, mendirikan media sosial namanya Vivaldi. Tim yang menjalankannya bermarkas di negara asal Tetzchner, Islandia.

Latar belakang Vivaldi diawali oleh ketidakpuasan Tetzchner saat masih bekerja untuk Opera. Dia tidak nyaman dengan keputusan perusahaan dalam mengembangkan peranti lunak Opera. Pada 2011 dia akhirnya memutuskan meninggalkan Opera. Bersama 19 orang mantan karyawan Opera, Tetzchner membangun Vivaldi.

Dia mengatakan alasan dibuatnya Vivaldi yaitu untuk menggantikan komunitas My Opera yang akan ditutup 1 Maret mendatang.

“Grup kami terdiri dari orang-orang yang telah membangun Opera,” ujar Tetzchner yang dilansir CNET,.

Demi membangun Vivaldi, Tetzchner rela menginvetasikan dana pribadinya. Ia berharap, Vivaldi dapat memfasilitasi komunitas My Opera yang jumlahnya mencapai 10 juta pengguna. Dia berambisi membangun Vivaldi dengan skala sebesar My Opera.

Vivaldi adalah media sosial terdiri dari blog, fasilitas mengunggah foto, chatting, berkirim surat elektronik, serta forum diskusi. Sebulan diluncurkan, Tetzchner mengklaim jumlah pengguna Vivaldi sudah mencapai ribuan.

Meski diciptakan untuk menggantikan My Opera, Tetzchner menyatakan format Vivaldi sangat berbeda dibandingkan dengan situs komunitas tersebut. Banyaknya pilihan fitur, menjadikan Vivaldi serupa dengan media sosial yang lebih dulu populer seperti Facebook, Twitter, Flickr, dan Google+.

Tetzchner menjanjikan bentuk media sosial yang lebih matang dibandingkan pendahulunya. Vivaldi juga diklaim sebagai media sosial dengan sistem keamanan tingkat tinggi. Mereka menggunakan teknologi enkripsi dan tidak sembarangan menampilkan iklan di akun penggunanya.

Selain memfasilitasi anggota My Opera, Tetzchner mengatakan target pengguna Vivaldi adalah penggila komputer (computer geek) dan institusi pemerintah. “Dengan ketatnya sistem keamanan yang kami buat, Vivaldi menunjang aktivitas lembaga pemerintah,” ujarnya. (bh)