Bos Mayapada Dapat Honoris Causa dari Unair

Bos Mayapada Dapat Honoris Causa dari Unair

Prof Dato Sri Tahir dalam sidang pengukuhan gelar Doktor HC di Aula Garuda Mukti, Kampus A Unair, Jalan Mulyorejo, Surabaya, Kamis (8/3/2018).foto:ist

CEO Mayapada Grup Prof Dato Sri Tahir dikukuhkan sebagai doktor honoris causa (HC) bidang ekonomi oleh Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Penganugerahan ini atas perannya bagi bangsa Indonesia, terutama di bidang ekonomi.

Pengukuhan Prof Dato Sri Tahir tersebut dilakukan dalam sidang pengukuhan gelar Doktor HC di Aula Garuda Mukti, Kampus A Unair, Jalan Mulyorejo, Surabaya, Kamis (8/3/2018).

“Setelah melalui proses panjang, kita akan menganugerahi Dato Sri Tahir gelar doktor honoris causa. Semua persyaratan sudah lengkap, SK juga sudah ada,” kata Rektor Unair Prof M Nasih.

Nasih lalu menuturkan, pemberian gelar ini karena Tahir dinilai memegang andil besar untuk kemajuan ekonomi negara. Selain itu, Tahir merupakan pria asli Surabaya yang layak mendapat kehormatan dari kampus Surabaya.

“Sebenarnya kehormatan ini bukan untuk Prof Tahir. Justru kami yang merasa terhormat dengan diterimanya gelar kehormatan ini,” terang Nasih.

Sebelumnya Dato Sri Tahir telah mendapat beberapa gelar akademik. Gelar ini seperti menjadi guru besar di Singapore Management University dan Sun Yat Sen University.

Tahir juga telah mendapat tiga gelar doktor kehormatan dari National Taiwan University, Universitas Gadjah Mada, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya dan mendapat gelar doktor keempatnya dari Unair.

Selain perannya yang tinggi di bidang ekonomi, gagasan Tahir diakui Nasih sesuai semangat Unair, yakni dalam ekonomi keadilan. Gagasan ini tentang Indonesia yang adil, beradab dan tanpa kesenjangan.

Nasih berharap, diberikannya Tahir gelar kehormatan Unair, dapat membantu penguatan tri dharma perguruan tinggi yaitu penelitian, pendidikan dan pengabdian masyarakat.

Dalam pengukuhan ini hadir beberapa tokoh nasional. Di antaranya Budi Karya Sumadi (Menteri Perhubungan), Enggar Tiasto Lukita (Menteri Perdagangan), Hanif Dhakiri (Menteri Ketenagakerjaan dan Transmigrasi), Luhut Binsar Panjaitan (Menteri Koordinator Kemaritiman), Muhammad Nasir (Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi), Airlangga Hartarto (Menteri Perindustrian).

Selain itu hadir pula Muhammad Prasetyo (Kejagung RI), Jenderal (Purn) TNI Moeldoko (Kepala Staf Kepresidenan), Hidayat Nur Wahid (Wakil Ketua MPR), Khofifah Indar Parawansa (Cagub Jatim), Puti Guntur Soekarno (Cawagub Jatim), Ridwan Kamil (Cagub Jabar), Tri Rismaharini (Wali kota Surabaya), Rizal Ramli, Agung Laksono, dan Agum Gumelar. (det/wh)