Bongkar Gapura Polda Jatim, Kebut Proyek FR untuk UN Habitat

Bongkar Gapura Polda Jatim, Kebut Proyek FR untuk UN Habitat

Pemugaran gapura di Mapolda Jatim yang menggunakan alat berat, Senin (16/5/2016).foto:sandhi nurhartanto/enciety.co

Dua pasang gapura besar di Mapolda Jatim telah dilakukan pembongkaran, Senin (16/5/2016). Gapura yang berwarna dasar merah bata dan bergambar dua bintang tersebut dibongkar guna penyelesaian  pekerjaan pembangunan frontage road (FR) sisi barat di kawasan Jalan Ahmad Yani tersebut.

Seperti dalam pantauan enciety.co di lapangan, para pekerja dengan menggunakan alat berat berupa excavator membongkar gapura yang terletak di tengah – tengah Mapolda Jatim.

Gapura ini sendiri merupakan pintu utama untuk masuk dan pintu untuk keluar Kapolda Jatim maupun pejabat atau tamu undangan.

Diharapkan, pembangunan frontage road sisi barat dari depan RS Bhayangkara Samsoeri Mertojoso hingga sebelum kampus Universitas Bhayangkara akan selesai sebelum pelaksanaan PrepCom III United Nations Human Settlements Programme (UN Habitat) pada Juli 2016 nanti.

“Pekerjaan FR sisi barat A Yani terus dikebut penyelesaiannya sebelum pelaksanaan UN Habitat. Karena nantinya di acara ini akan dihadiri ribuan tamu dari manca negara dan diharapkan terlihat rapi dan arus lalu lintas lancar,” tegas Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, beberapa waktu lalu.

Menurut peraih Ideal Mother Award 2016 ini, dirinya bahkan meminta kepada pelaksana proyek agar menyelesaikan pembangunan dari siang hingga malam hari. Untuk anggaran kelanjutan frontage road menghabiskan sekitar Rp 85 miliar.

Pembebasan lahan untuk frontage sisi barat Jalan Ahmad Yani Surabaya sendiri yang dikerjakan di depan Mapolda Jatim telah beres melalui mekanisme hibah.

Pembangunan dan pembebasan frontage road Jl. Ahmad Yani sisi barat menurut Risma secara bertahap dilakukan mulai dari Jalan Menanggal sampai dengan Royal Plaza.

Jalan yang pembangunannya dimaksudkan untuk menambah kapasitas Jalan Ahmad Yani dan akses alternatif koridor Utara-Selatan ini memiliki panjang kurang lebih 3.280 meter dan lebar kurang lebih 34 meter.

Pihak Pemkot Surabaya sendiri juga sudah mencapai kata sepakat dengan pemilik persil Rumah Sakit Islam (RSI) Wonokromo. ”Pembangunan Frontage Road berlanjut sampai jalan SMEA, dan izin dari PT Kereta Api sudah kami dapatkan tinggal pengerjaannya saja,” ujar Wali Kota wanita pertama di Surabaya ini. (wh)