BNN Surabaya Temukan Pola Baru Jaringan Narkoba

BNN Surabaya Temukan Pola Baru Jaringan Narkoba

Chairperson Enciety Business Consult Kresnyana Yahya bbersama

Peredaran narkoba yang ada di kota-kota besar kian hari kian meresahkan. Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Surabaya melansir, mulai dari tahun 2015 sampai 2017, pola peredaran barang haram itu berubah menjadi bentuk jaringan. Itu setelah BNN Surabaya membongkar banyak kasus pengedaran narkoba di Kota Pahlawan.

“Dari beberapa kasus yang kami pecahkan, kami berhasil menangkap jaringan pengedar narkoba yang jumlahnya lebih dari lima orang,” ungkap Kepala BNN Surabaya AKBP Suparti dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (22/9/2017). Acara ini dipandu Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya.

Kata dia, yang lebih ironisnya lagi peredaran parang haram tersebut kini telah melibatkan anak-anak. “Terakhir, kami membongkar kasus peredaran narkoba yang melibatkan anak-anak usia 12 tahun,” tegasnya.

Menurut Suparti, untuk mencegah peredaran narkoba di kalangan anak-anak, BNN Surabaya bekerjasama dengan beberapa dinas terkait, di antaranya adalah Dinas Pendidikan Kota Surabaya untuk dapat memasukkan kurikulum pendidikan bahaya narkoba.

“Harapan kita dapat melakukan pencegahan peredaran narkoba kepada anak-anak dengan jalan mengenalkan bahaya narkoba sejak dini,” ujar Suparti.

Sampai saat ini, imbuh dia, kurikulum pengenalan bahaya narkoba telah digiatkan di sekolah-sekolah, baik  SMP dan SMA di Kota Surabaya.

“Selain itu, kami kini juga mulai menggalakkan sosialisasi di tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan ibu hamil,” tegas Suparti . (wh)