BNN Surabaya Sosialisasikan Program Rehabilitasi Pecandu Narkotika

BNN Surabaya Sosialisasikan Program Rehabilitasi Pecandu Narkotika

BNN Kota Surabaya saat memberikan pengarahan pada mantan pencandu narkoba di Puskesmas Dupak Surabaya. foto: sandhi nurhartanto/enciety.co

BNN Surabaya Sosialisasikan Program Rehabilitasi Pecandu Narkotika
BNN Kota Surabaya saat memberikan pengarahan pada mantan pencandu narkoba di Puskesmas Dupak Surabaya. foto: umar alif/enciety.co

Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Surabaya terus menyosialisasikan penanggulangan secara maksimal dan terpadu melalui program rehabilitasi bagi pengguna dan pecandu narkotika.

Dari data yang ada, ada sekitar 40 persen penduduk dunia yang berumur 15 hingga 64 tahun meninggal akibat kecanduan penyalahgunaan narkotika. Kini, jumlah penyalahguna narkoba di Indonesia terus mengalami peningkatan yang tajam hingga mencapai 5 juta orang.

Kepala BNN Kota Surabaya AKBP Suparti mengatakan, untuk mengerem peningkatan penyalahguna narkoba, pihaknya menggandeng semua lapisan masyarakat.

“Karena peredaran narkotika tidak hanya di kota besar namun sampai pelosok desa. Oleh karena itu perlu adanya upaya penanggulangan maksimal dan terpadu,” kata AKBP Suparti disela-sela merehabilitasi puluhan pecandu narkoba di Puskesmas Dupak Surabaya, Kamis (23/7/2017).

BNN Surabaya terus menyosialisasikan untuk diadakan rehabilitasi bagi korban yang telah menjadi pengguna narkotika. Pihaknya juga terus menyadarkan kepada masyarakat bahwa anggapan pengguna narkotika adalah aib keluarga dan terkucilkan tidak akan dapat menyelesaikan masalah.

“Padahal penyalahguna narkotika itu mengalami gangguan fungsi otak dan berpeluang kambuh atau relapse. Sehingga mereka perlu rehabilitasi secara menyeluruh dan berkelanjutan hingga pulih karena mereka merupakan korban,” ujarnya.

Menurut dia, masyarakat yang memiliki anggota keluarga seorang penyalahguna narkotika, sebaiknya tidak takut untuk lapor ke BNN Kota Surabaya. Di tempat ini sendiri para pengguna narkoba akan dilakukan assesmen untuk selanjutnya direhabilitasi secara gratis.

Pihak BNN sendiri berkewajiban merahasiakan identitas pecandu yang menjalani masa rehabilitasi dan tidak akan memproses secara hukum. Tindakan memenjarakan pecandu tanpa mendapat rehabilitasi medis dan sosial mengakibatkan pecandu mengulangi perbuatannya karena penyakit ketagihannya belum pulih. (wh)