BNN Surabaya Sasar Kawasan Pinggiran

BNN Surabaya Sasar Kawasan Pinggiran

Kepala BNN Surabaya Suparti memberikan wejangan di depan warga Kandangan, Minggu (1/11/2015) malam. foto: sandhi nurhartanto/Surabaya

BNN Surabaya Sasar Kawasan Pinggiran
Kepala BNN Surabaya Suparti memberikan wejangan di depan warga Kandangan, Minggu (1/11/2015) malam. foto: sandhi nurhartanto/Surabaya

Peredaran narkoba yang kini mulai menyasar di pinggiran kota Surabaya perlu terus diwaspadai. Dari hasil pengungkapan berbagai kasus narkoba yang pernah tertangkap, diketahui bila kini banyak pengedar hingga bandar narkoba mulai mengedarkan di wilayah pinggiran Kota Surabaya.

“Para bandar hingga pengedar narkoba kini trennya menggunakan daerah pinggiran agar tidak mudah terpantau petugas. Mereka biasanya menggunakan kawasan pinggiran kota Surabaya sebagai kos atau rumah kontrakan untuk menaruh barang-barang mereka sebelum dijual,” kata Kepala BNN Kota Surabaya AKBP Suparti saat berikan sosialisasi bahaya narkoba di depan masyarakat Kandangan, Kecamatan Benowo, Minggu (1/11/2015) malam.

Untuk Surabaya Barat, petugas BNN Kota Surabaya mendeteksi bila peredaran narkoba dulunya diedarkan di berbagai lokalisasi dan rumah hiburan seperti Kremil. Dengan terus berikan sosialisasi, kini kesadaran masyarakat di sana sudah lumayan tinggi.

Mereka sadar dan tidak lagi takut melapor kepada petugas berwenang bila ditemukan ada Bandar atau pengedar narkoba yang melakukan transaksi disana.

“Kami pernah grebek rumah kos yang dijadikan tempat gudang narkoba. Dan sekarang Alhamdulillah dengan tertangkapnya bandar tersebut berkat laporan masyarakat disana, kampung tersebut kini bebas narkoba,” ujar Suparti.

Dengan pengalaman itulah, kini BNN Surabaya gencar melakukan sosialisasi kepada warga kota Pahlawan yang berada di daerah pinggiran atau jauh dari perkotaan. Peredaran narkoba sendiri tidak hanya menjangkiti masyarakat yang telah berumur dewasa, namun juga menyasar kepada anak-anak sekolah baik mulai tingkat SD hingga SMA.

“Banyak kami temukan pemakai narkoba aktif yang masih bersekolah dan itu terbukti dengan tes yang telah dilakukan dengan hasil positif. Langkah kami adalah melakukan rehabilitasi dengan memasukkan ke dokter dan atau kami masukkan ke pondok rehabilitasi Inabah,” pungkas dia. (wh)