BNN Surabaya Rilis 30 Jenis Narkoba yang Harus Diwaspadai

BNN Surabaya Rilis 30 Jenis Narkoba yang Harus Diwaspadai

Kepala BNN Surabaya AKBP Suparti memberikan pengarahan kepada siswa SMPN 52 Surabaya, Selasa (13/12/2016). foto:sandhi nurhartanto/enciety.co

Narkoba yang menyebar di kalangan masyarakat Indonesia diketahui hingga kini terdiri dari 30 jenis. Rilis tersebut yang disampaikan Badan Narkotika Nasional (BNN) Surabaya di depan ratusan siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 52 Surabaya, Selasa (13/12/2016). Selaian pengarahan, BNN Surabaya juga melakukan tes urine kepada ratusan siswa dan guru di sekolah tersebut.

“Ada 30 macam jenis narkoba yang perlu diketahui oleh anak-anak sekalian. Dan jangan mudah terpedaya bila ada seseorang yang menawarkan permen karena kemungkinan itu adalah narkoba,” tegas Kepala BNN Surabaya AKBP Suparti.

Ke-30 jenis narkoba yang direilis BNN Surabaya itu di antaranya adalah sabu-sabu, happy five, morfin, mariyuana, ganja dan lain sebagainya. Menurut perwira dengan 2 melati di pundak tersebut, ke 30 jenis narkoba tersebut tetap membuat pemakainya akan kecanduan dan bisa menyebabkan kematian.

“Narkoba terbuat dari tumbuhan dan ditambahi zat kimia tertentu. Bila sering mengonsumsi, maka kalian akan mudah marah, daya tahan tubuh menurun dan bahkan tidak naik kelas karena daya pikir anak-anak sekalian juga tumpul,” ujarnya dalam pemberian materi pemberantasan dan bahaya narkoba.

Ia lalu menyarankan, bila ada siswa yang sedang menghadapi masalah sebaiknya berbicara kepada guru atau orang tua di rumah. Juga di BNN Surabaya serta Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyediakan konseling untuk membantu mengatasi persoalan terhadap anak. Semua fasilitas itu bisa digunakan tanpa dipungut biaya sepeser pun.

Janganlah kalian memendam permasalahan dan bahkan lari kepada narkoba. Sebaiknya bicara terhadap orang tua dan guru serta camkan di hati kalian jangan mau tergoda terhadap narkoba,” kata Suparti yang selama menjabat kepala BNN Surabaya aktif melakukan blusukan ke sekolah dan kampung-kampung itu. (wh)