BNI Surabaya Dukung Pangkalan Elpiji Pakai Transaksi Nontunai

BNI Surabaya Dukung Pangkalan Elpiji Pakai Transaksi Nontunai

Ketua DPD V Hiswana Migas Rachmad Muhammadiyah (kiri) bersama CEO BNI Kantor Wilayah Surabaya, Slamet Djumantoro (kanan) saat penandatanganan kedua pihak di Surabaya, Selasa (17/10/2017). Foto:ist

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Kantor Wilayah Surabaya mendukung pangkalan elpiji di wilayah Jawa Timur menerapkan transaksi nontunai di wilayah setempat. Hal ini dimaksudkan agar mudah melakukan pemesanan dan pembayaran.

CEO BNI Kantor Wilayah Surabaya Slamet Djumantoro mengatakan, BNI akan menyediakan dukungan metode pembayaran melalui “SMS banking”, “mobile banking”, serta mekanisme pembayaran nontunai lainnya.

“Dengan menerapkan transaksi cashless payment, para pemilik pangkalan elpiji dapat dengan mudah melakukan pemesanan dan pembayaran kepada agen,” tutur Slamet, usai acara Penandatanganan Kerja Sama Cashless Payment Elpiji bersama agen BNI di Gedung BNI Graha Pangeran, Surabaya, Selasa (17/19/2017).

Slamet lalu menegaskan dengan penerapan transaksi nontunai agen elpiji akan mendapatkan laporan rekonsiliasi pencatatan transaksi secara otomatis setiap waktu, dan rekap bulanan yang lebih akurat.

“Kerja sama ini kami lakukan dengan Hiswana Migas, sehingga diharapkan dapat berjalan berkesinambungan dan saling menguntungkan,” jelasnya.

Slamet mengaku, BNI siap memberikan jasa layanan perbankan melalui jaringan BNI ke segenap pelaku usaha migas yang tersebar di seluruh Indonesia.

Selain itu, kata dia, BNI uga siap memberi dukungan modal kerja maupun investasi kepada pelaku usaha di lingkungan Hiswana Migas baik agen elpiji, pangkalan elpiji serta pengecer.

Untuk besaran kredit yang disediakan, kata Slamet, disesuaikan dengan kebutuhan, mulai dari jenis Kredit Usaha Rakyat (KUR) tanpa jaminan sampai dengan Rp 25 juta, serta kredit kelas retail, komersial sampai dengan miliaran rupiah.

Sebelumnya, BNI juga telah menggarap potensi bisnis dari anggota Hiswana Migas untuk segmen usaha kecil, antara lain pembiayaan pembangunan SPBU/SPBE, modal kerja DO Pertamina, pembelian armada transportir BBM dan BBG, hingga agen serta pangkalan gas elpiji Pertamina. (ant/wh)