BNI Ekspansi ke Pasar Asia Pasifik

 

BNI  Ekspansi ke Pasar Asia Pasifik

Bank Negara Indonesia (BNI) menyetujui ajakan Otoritas Jasa Keuangan buat ekspansi ke Asia Pasifik. Tak hanya menyasar negara besar regional seperti Singapura atau Malaysia, bank pelat merah itu sudah mendahului imbauan OJK dengan membuka cabang di Myanmar tahun lalu.

Setahun terakhir, BNI kini juga membangun kerja sama pengiriman remitansi Tenaga Kerja Indonesia di Korea Selatan. Bank yang diajak kerja sama adalah KB Kookmin Bank, pemain besar segmen kredit mikro dan koperasi di Negeri Ginseng.

Vice President Global Payment & Overseas Network BNI Rahmat Hidayat menjelaskan, bisnis remitansi di Korsel sangat menjanjikan. Kerja sama awal itu bisa menjadi landasan upaya pembukaan cabang di Korsel suatu hari nanti. “Kita sudah taruh petugas remitansi di Kookmin sejak 9 bulan terakhir. Dari sisi volume (pengiriman remitansi) cukup tinggi,” ujarnya saat mengikuti diskusi di Otoritas Jasa Keuangan, Jakarta, Jumat (12/9).

Sayangnya, Kookmin belum bisa memberi fee remitansi lebih murah dari bank besar Korea lainnya, semisal Hana Bank yang sudah beroperasi di Indonesia. BNI berharap pihaknya bisa mendapat keuntungan lebih dari Kookmin lewat kerja sama ini. “Saya harus agak sabar sama Kookmin. Karena mereka belum berani kasih harga seperti Hana, dan Woori. Kalau di remitansi pricing kan harus sama dulu,” ungkapnya.

BNI tetap optimistis penetrasi di pasar Korea bisa meningkat. Rencananya, BNI segera memfinalisasi pembukaan cabang lain di Jeddah dan Vietnam. Tapi di kedua lokasi itu, bank BUMN ini masih butuh perizinan otoritas setempat.

Sedangkan buat remitansi uang para TKI, BNI berencana menyasar pengiriman petugas untuk bekerja sama dengan bank Malaysia dan Taiwan. BNI aktif berekspansi ke luar negeri, karena ingin mengikuti anjuran OJK soal resiprokalitas.

Menurutnya, Ttidak adil bila Indonesia yang sudah sangat liberal membuka pasar kepada investor asing, tidak mendapat kesempatan yang sama di negeri orang. “OJK selalu mendorong resiprokal. Apalagi dari Korea Selatan akan ada yang masuk lagi ke Indonesia. Saya dengar terakhir ini Shinhan Bank, kata Rahmat. (mrd/ram)