BNI Berharap Bukukan Kredit 15-18 Persen Tahun Ini

BNI Berharap Bukukan Kredit 15-18 Persen Tahun Ini

 

Sepanjang 2014, PT Bank Negara Indonesia Tbk berharap kreditnya bisa tumbuh antara 15-18 persen. Pertumbuhan kredit ini sejalan dengan proyeksi perekonomian Indonesia yang diprediksi sedikit melambat di tengah naiknya tingkat bunga pinjaman yang mengharuskan perbankan lebih hati-hati dalam menyalurkan kreditnya.

Dirut Bank BNI Gatot M Suwondo kepada pers seusai paparan publik di Jakarta, Rabu (19/2/2014). “Kita tetap fokus pada business banking dan consumer & retail banking,” katanya.

Bank BNI membukukan laba bersih Rp 9,05 triliun sepanjang 2013, tumbuh 28,5 persen dibanding laba bersih yang dibukukan sepanjang 2012 yang mencapai Rp 7,05 triliun. Laba bersih  dikontribusikan  dari pendapatan operasional Rp 28,50 triliun pada 2013, tumbuh 19,2 persen dari tahun lalu. 

Menurut Gatot, kinerja yang bagus ini dicapai di tengah sejumlah tantangan yang muncul baik dari dalam negeri maupun luar negeri, seperti kenaikan harga bahan bakar minyak yang memicu inflasi tinggi.

“Juga nilai tukar rupiah yang tertekan akibat melebarnya defisit transaksi berjalan hingga isu pengurangan stimulus ekonomi oleh pemerintah Amerika Serikat,” tutur Gatot.

Laju operasional tersebut, imbuh dia, ditopang pesatnya pendapatan bunga bersih (net interest income) yang mencapai Rp 19,06 triliun, naik 23,3 persen lebih tinggi dibandingkan tahun 2012, dan realisasi pendapatan non bunga yang mencapai Rp 9,379,44 triliun, tumbuh 10,911,8 persen.

Adapun penyaluran kredit BNI tumbuh 24,9 persen dibanding tahun 2012 menjadi Rp 250,64 triliun. Alokasi kredit terbesar BNI berupa kredit korporasi mencapai Rp 112,23 triliun, tumbuh 55,4 persen dibandingkan tahun 2012. Adapun rasio kredit macet (Non Performing Loan/NPL) tercatat 2,82 persen.

Gatot juga menjelaskan, pertumbuhan pendapatan operasional merupakan hasil dari upaya BNI dalam meningkatkan ekspansi kredit dengan fokus pada 8 sektor unggulan yang saat ini mencakup lebih dari 66 persen dari total portofolio Business Banking BNI.

Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) meningkat 13,3 persen menjadi Rp 291,89 triliun pada tahun 2013. Kualitas DPK, kata Gatot, semakin dijaga dengan fokus utama pada penghimpunan dana murah berupa CASA yang tumbuh 15,3 persen menjadi Rp 26,5 triliun.(wh)