BMKG: Waspada Potensi Banjir di Pesisir Surabaya

BMKG: Waspada Potensi Banjir di Pesisir Surabaya

umah nelayan yang ada di kawasan Wilangun, foto: dok/enciety

Badan Meteorologi Klimatologi (BMKG) Maritim Tanjung Perak memperingatkan datangnya banjir rob selama satu minggu terakhir di pesisir Surabaya.

Banjir rob tersebut sudah terjadi terjadi sejak 12-20 Mei 2022 mendatang.

Ady Hermanto, prakirawan BMKG Maritim Stasiun Tanjung Perak, mengatakan banjir rob kali ini lebih ini terasa dari biasanya.

“Selain adanya bulan purnama, saat ini posisi bulan hampir sejajar dengan matahari. Jadi posisinya bumi bulan dan matahari hampir sejajar, jadi gaya grafitasi bulan semakin kuat,” ujar Ady dalam keterangan pers , Kamis (19/5/2022)

Dia lalu menyampaikan, banjir rob kali ini terjadi pada siang hari. Yakni, mulai pukul 10.00 hingga puncaknya pukul 12.00.

“Karena pasangnya terjadi pada saat siang hari, otomatis gaya tarik matahari juga ada, itu mengapa gaya grafitasinya juga dobel,” ungkapnya.

Ady juga menjelaskan, air pasang maksimum pada banjir rob kali ini terjadi setinggi 130-150 cm meter dari permukaan laut.

“Kalau di daratan bisa meluber sampai antara 20 sampai 30 cm itu dari permukaan laut,” pungkasnya. (wh)