Blok Nona Dieksplorasi 2014, Blok Sukowati Digenjot

Pertamina pengeboranSelain meningkatkan produksi migas nasional, eksplorasi baru terus dilakukan. PT Pertamina EP akan mengebor sumur eksplorasi di Blok Nona pada Maret atau Agustus 2014.

“Bila ditemukan potensi, butuh 2-3 tahun lagi untuk produksi komersial di Blok Nona”, kata Direktur Operasional dan Produksi PT Pertamina EP, Beni J. Ibradi. Di sela-sela acara Focus Group Discussion (FGD) di Hotel Shangri-La, Surabaya, Senin (2/12/2013).

Blok Nona membentang dari Kabupaten Jombang, Mojokerto, Lamongan, Gresik, Tuban, dan Bojonegoro. Khusus di Bojonegoro, sedikitnya ada tujuh kecamatan yang masuk wilayah Blok Nona. Yakni Kecamatan Kedungadem, Temayang, Sugihwaras, Kepohbaru, Gondang, Baureno, dan Sumberrejo. Setidaknya dibutuhkan dana sekitar US$ 5 juta untuk satu sumur bor Blok Nona. “Tapi saya belum bisa memastikan lokasi pengeboran yang mana,” tukas Beni.

Pertamina EP merupakan anak usaha PT Pertamina (Persero) dengan kemampuan produksi minyak sebanyak 122 ribu barel per hari. Jumlah tersebut menurun dibandingkan produksi pada 2012, sebesar 123 ribu bph. Tahun 2014, perseroan menargetkan produksi minyak sebanyak 128 ribu barel per hari.

Di sisi lain, General Manager Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ), Eddy Fritz mengakui, menjelaskan target utama pengembangan Blok Sukowati. Saat ini Sukowati Field Pad-C dan D adalah 40,000 BOPD. Pihaknya pun berencana meningkatkan produksi yang masih berada pada kisaran 31,000 bopd.

“Kami juga punya kewajiban menjaga keberlangsungan produksi migas nasional melalui kegiatan eksplorasi Sumber Field. Ini semua untuk menambah  cadangan baru,” tambah Eddy Fitz.

Sayangnya saat ini Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS), masih direpotkan oleh banyaknya pekerjaan yang tertunda. Penundaan ini akibat kendala dalam percepatan pengadaan alias penyediaan lahan untuk kegiatan operasi. Juga belum padunya tenggat waktu pengurusan perizinan antara Pusat dan Daerah, di samping isu gangguan keamanan di lokasi eksplorasi.

“Semestinya untuk mencapai tujuan bersama, KKKS akan diberikan dispensasi untuk dapat segera  melaksanakan kegiatan. Tentunya dengan tidak menabrak pada aturan dan perundangan yang berlaku,” katanya.

Sementara itu SKK Migas menargetkan produksi minyak sebanyak 870 ribu barel per hari. Menurut Deputi Pengendalian Dukungan Bisnis SKK MIGAS, Lambok Hutahuruk, jumlah tersebut merupakan target realistis yang bisa dicapai tahun depan.

“Sampai akhir November lalu, produksi minyak harian nasional sekitar 830 ribu barel per hari. Masih di bawah target APBN Perubahan 2013 sebanyak 840 barel per hari,” ujar Lambok.(wh)