Blok Mahakam Diserahkan ke Pertamina

Blok Mahakam Diserahkan ke Pertamina

Pemerintah akan menyerahkan pengelolaan Blok Mahakam kepada PT Pertamina (persero). Dengan syarat, Pertamina melibatkan Total E&P Indonesie dan Inpex Corporation Ltd dalam menggarap Blok Mahakam.

“Semangatnya akan diberikan ke Pertamina dan Pertamina akan diminta untuk memanfaatkan semaksimal mungkin agar dapat memberikan hasil terbaik dalam konteks apakah bekerja sama dengan Total atau tidak,” kata Ketua Tim Pengendalian Kinerja Kementerian ESDM, Widyawan Prawiratmadja di Jakarta, Jumat (21/11/2014).

Dia meminta Pertamina segera menyampaikan kepada Pemerintah mengenai langkah-langkah yang akan dilakukan dalam menggarap Blok Mahakam.

Pertamina juga bisa memanfaatkan keberadaan Total untuk kepentingan negara. Khususnya, dalam menjaga produksi dan lifting gas serta mendapat wilayah kerja di luar indonesia.

Meski menggandeng Total maupun Inpex, Pertamina bertindak sebagai pemegang saham mayoritas. “Keputusan Blok Mahakam perlu waktu, tetapi akan kami segerakan,” ujarnya.

Total menandatangani kontrak pertama kali pada 31 Maret 1967 dengan jangka waktu selama 30 tahun.

Pada periode 1967 hingga 1997 itu, Total E&P Indonesie sebagai pengelola tunggal. Kemudian, pada 31 Maret 1997, kontrak pengelolaan Blok Mahakam diperpanjang selama 20 tahun dan akan berakhir pada 30 Maret 2017. Perpanjangan kontrak kedua ini, pihak operator dipegang Total E&P Indonesie dan Inpex Corp. (bst/ram)