BlackBerry Pangkas Pusat Pengembangan Produk

BlackBerry Pangkas Pusat Pengembangan Produk

Kabar kurang sedap kembali berembus dari markas BlackBerry di Kanada. Setelah menjual aset-aset bangunannya, pada Selasa (18/3/2014) lalu, BlackBerry memutuskan untuk menutup kantor pusat pengembangan produk yang berada di Ottawa, Kanada.

Sejumlah 90 karyawan yang selama ini mengerjakan proyek-proyek rahasia handset BlackBerry, seperti BlackBerry Bold, sistem operasi BB10 dan BlackBerry Z10 juga diberhentikan oleh BlackBerry.

Menurut Phone Arena, penutupan kantor pusat pengembangan produk BlackBerry tersebut adalah simbol kerugian besar bagi perusahaan Kanada tersebut. Sebab, CEO BlackBerry sebelumnya, Thorsten Heins, menyebut bahwa markasnya di Ottawa tersebut adalah “episentrum pengembangan BlackBerry 10”.

Pada hari yang sama, BlackBerry juga memberhentikan sekitar 120 karyawannya yang tergabung dalam tim product development dan wireless innovations di kantor Waterloo.

Pengurangan jumlah karyawan tersebut memang sudah dalam rencana tahunan BlackBerry. Hingga bulan Mei 2014 nanti, total karyawan BlackBerry yang akan dikurangi mencapai 40 persen dibanding jumlah karyawan tahun sebelumnya. Usaha tersebut harus dilakukan BlackBerry jika ingin mendapat keuntungan.

Selain mengurangi jumlah karyawan dan menjual aset-aset bangunan, BlackBerry juga berupaya meningkatkan pendapatannya dari sektor enterprise dan inovasi software, sedangkan perangkat konsumer menjadi bisnis terluar BlackBerry.

Di sisi lain, CEO BlackBerry John Chen telah mengutarakan wacana untuk membangun pusat pengembangan keamanan (Security Innovations Center) di Washington, Amerika Serikat, untuk mendekatkan diri dengan klien enterprise-nya.

John Chen optimistis bahwa dengan kembali ke bisnis inti BlackBerry, mereka bisa membuat beragam teknologi yang dibutuhkan banyak perusahaan besar pada masa mendatang. (bh)