BJTI Port Rampungkan Dermaga Terminal Berlian Timur Utara

BJTI Port Rampungkan Dermaga Terminal Berlian Timur Utara

Dermaga Terminal Berlian Timur Utara di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Kamis (14/4/2016) siang. Foto:humas pelindo III

PT Berlian Jasa Terminal Indonesia (BJTI Port), anak usaha Pelindo III yang mengelola Terminal Berlian di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, telah merampungkan proyek penguatan Dermaga Terminal Berlian Timur Utara (BTU).

“Pekerjaan penguatan dermaga sepanjang 200 meter telah selesai sesuai jadwal, yakni Januari-Maret 2016. Bahkan pada tanggal 31 Maret lalu, Dermaga BTU langsung disandari kapal MV. Anemone yang memuat garam impor industri sebanyak 20.000 ton milik PT Sinma Line. Dengan penguatan dermaga ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas (bongkar muat) Terminal Berlian,” urai Putut Sri Muljanto, Direktur Utama BJTI Port, Rabu (13/04/2016).

Menurut catatan BJTI Port, pencapaian produktivitas bongkar muat di triwulan I tahun 2016 sebesar 264.450 TEUs, meningkat sebesar 9,6% dibandingkan periode yang sama di tahun 2015 yang sebesar 241.196 TEUs. Lalu arus kunjungan kapal di triwulan I tahun 2016 turun sebesar 1% yakni sebanyak 736 call dibanding periode yang sama tahun 2015 sebanyak 740 call.

Putut menjelaskan, kendati tiga bulan lalu proses bongkar muat tak bisa dilaksanakan di jalur 200 meter Dermaga BTU yang sedang proses pengerjaan penguatan dermaga, namun membuat produktivitas Terminal Berlian menurun. Data di atas membuktikan produktivitas bongkar muat masih berjalan baik dan justru meningkat.

“Bahkan dengan selesainya penguatan dermaga diharapkan produktivitas kinerja bongkar muat bisa naik hingga mencapai 3.500 TEUs per hari,” tandas Putut.

Kini, Terminal Berlian fokus fokus layani bongkar muat peti kemas domestik yang disupport peralatan modern, HMC (Harbour Mobile Crane) sebanyak 16 unit. Untuk aktivitas Lift On/Off di lapangan penumpukkan (CY) peti kemas tersedia hingga 17 unit Rubber Tyred Gantry (RTG) yang dibantu 6 unit Reach Stacker masing-masing berkapasitas 45 ton.

Awal April ini, BJTI juga membuka layanan lapangan penumpukkan untuk reefer container (peti kemas berpendingin) di lahan ex. UIC di Jalan Prapat Kurung Utara Surabaya yang bersebelahan dengan Dermaga Terminal Mirah, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Kapasitas lapagan penumpukkan reefer container mencapai 96 plug (sambungan listrik). Mayoritas melayani peti kemas domestik, khususnya di komoditi ikan dan buah-buahan. (wh)