Bisnis Properti Surabaya Turun 70 Persen

Bisnis Properti Surabaya Turun 70 Persen

Feri Salanto, Senior Associate Director Research Colliers International. foto: arya wiraraja/enciety.co

Bisnis properti di Surabaya mengalami pelemahan di beberapa sektor. Di antaranya di sektor perkantoran, hunian/apartemen, dan sektor ritel. Jika dilihat dari tingkat okupansi, pada semester kedua tahun 2016, rata-rata di semua sektor properti mencapai 80 poin.

“Namun, pada semester pertama tahun 2017 ini, angka tersebut turun drastis hingga menyentuh angka 70 persen.” kupas Feri Salanto, Senior Associate Director Research Colliers International, dalam acara Press Lucheon Laporan Property Market di Vasa Hotel Surabaya, Senin (21/8/2017).

Feri lalu mengungkapkan terjadinya penurunan jumlah transaksi di berbagai sektor propert, terutama di sektor hunian. Kata dia, masyarakat yang membeli properti hunian kebanyakan adalah investor.

“Dengan kata lain, para investor kini telah beralih ke pasar yang lain, sehingga pasar properti terus berkurang,” tambah Feri.

Di sisi lain, dari pertumbuhan harga, bisnis properti juga mengalami penurunan drastis. Nilai rata-rata pertumbuhan harga properti hunian seperti apartemen dapat mencapai 10-15 persen satu tahun. Namun, angka tersebut kini turun drastis dan menyentuh angka 4 persen per satu tahun.

Bisnis Properti Surabaya Turun 70 Persen

Feri menyebutkan penyebab penurunan pertumbuhan bisnis ini dikarenakan penurunan jumlah transaksi. Selain itu, penurunan tersebut juga disebabkan kebijakan perekonomian yang diterapkan pemerintah pusat.

“Secara tidak sadar, kondisi perekonomian nasional saat ini sangat mempengaruhi bisnis properti. Satu di antaranya adalah penerapan suku bunga perbankan,” tegasnya.

Menurut Feri, kondisi infrastruktur nasional juga menyumbang kemunduran perkembangan bisnis properti. Juga stabilitas politik nasional.

“Diperkirakan, kondisi perlemahan bisnis properti ini bakal terus berlanjut hingga pemilihan presiden 2019 mendatang. Kami meramal, usai kontestasi politik lima tahunan itu bisnis properti dapat lebih membaik dari sekarang,” kupas Feri. (wh)

Bisnis Properti Surabaya Turun 70 Persen