Bisnis Penyedia Data Diyakini Makin Meroket

Bisnis Penyedia Data Diyakini Makin Meroket

Arief Mulya, Zhavira Ayu, (owner Food Coma) dan Kresnayana Yahya, Chairperson Enciety Business Consult, dalama acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (20/10/2017). foto:arya wiraraja/enciety.co

Perkembangan online access, online information dan online business kini telah mengubah sebagian besar pola pikir masyarakat Indonesia. Kemudahan-kemudahan yang dibawa oleh perkembangan dunia digital ini mendatangkan perubahan bagi dunia usaha, di antaranya bisnis penyedia data.

Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya menjelaskan, di zaman yang makin berkembang ini masyarakat mulai memahami pentingnya data. Karenanya, bisnis penyedia data dirasakan makin penting.

“Saat ini, keberadaan data sangatlah penting. Orang kini menjadi tahu, jika kita memiliki data, kita dapat menentukan strategi usaha apa yang dapat kita lakukan,” kata dia dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (20/10/2017). Acara tersebut juga dihadiri Arief Mulya, Zhavira Ayu, owner Food Coma.

Kresnayana lalau menjelaskan, era digital yang ada kini sudah mulai bertransformasi. Perkembangan era digital mengalihkan bisnis fisik menjadi bisnis yang lebih mengedepankan virtual data.

“Contohnya, jika kita ingin membeli produk kita harus melihat data berupa foto produk yang ditawarkan,” tutur pakar statistik ITS ini.

Kata dia, perkembangan tersebut kini membuat para penyedia platform mendayagunakan data sebagai sebuah kekuatan komoditas tersendiri. Seperti Facebook sebagai salah satu platform sosial media terbesar di dunia.

“Contohnya Facebook yang memiliki miliaran member di seluruh dunia. Mereka memiliki lebih dari 2.000 miliar data orang di dunia yang meliputi usia, alamat, perilaku dan lain sebagainya. Selain itu ada Google yang memiliki data personal member lebih banyak lagi,” terang dia.

Dengan adanya data-data tersebut, pola usaha yang sampai saat ini masih menggunakan pola-pola konvensional bakal terus tertinggal. Bakal tergerus oleh zaman.

“Data-data personal yang tertangkap dalam dunia digital tersebut merupakan kelebihan kita untuk menentukan strategi usaha ke depan. Hal inilah yang tidak bisa dikejar oleh para pelaku usaha yang masih memakai cara lama untuk membangun usahanya,” tegasnya.

Perubahan ini, menurut Kresnayana, wajib dicermati pelaku usaha dengan dapat memanfaatkan dunia digital sebagai media promosi. “Ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh para pelaku usaha, di antaranya yang dapat dilakukan adalah dengan cara menumbuhkan komunitas konsumen dengan minat, kegemaran, atau hobi yang sama,” ujar Kresnayana. (wh)