Bisnis Kosmetik Halal Tumbuh Di Atas 120 Persen

Bisnis Kosmetik Halal Tumbuh Di Atas 120 Persen

Besarnya populasi Muslim di Indonesia turut menumbuhkan peluang bisnis kosmetik halal. Kesadaran masyarakat mengenai kehalalan suatu produk kini menjadi pertimbangan penting para konsumen Muslim. Fakta tersebut diungkapkan Elsa Maharani, Business Development PT Paragon Technology and Innovation. Ditemui di Indonesian Halal Business and Food (IHBF) Expo 2013, Jakarta Convention Center, mulai banyak produk kosmetik pesaing Wardah yang berbondong-bondong mengklaim bahwa produk mereka halal.

“Orang-orang semakin aware dengan hal-hal yang berbau halal. Sehingga ini menuntut kosmetik merek biasa yang akhirnya mencantumkan label halal,” paparnya.

Segmen pasar Muslim, diakui Elsa, sangat besar. Ditambah lagi, industri kosmetik amat erat kaitannya dengan industri fashion. Pertumbuhan omzetnya dalam 4 tahun terakhir di atas 120 persen. “Ternyata pasar mulai sadar bahwa produk halal itu penting,” cetusnya.

Kesadaran terhadap kehalalan produk kosmetik tersebut mulai booming tahun 2009. Ketika itu tim business development Wardah mulai melakukan berbagai inovasi produk. “Kami melengkapi jajaran produk kami, mulai lipstik, bedak, parfum, dan berbagai jenis perawatan kulit. Kami juga merekrut orang-orang baru yang punya ide-ide fresh,” tuturnya.

Wardah sendiri telah konsisten memproduksi produk kosmetik dan perawatan kulit halal sejak tahun 1995. “Kami berani mengatakan 100 persen halal karena mulai dari bahan baku produknya, proses produksi, hingga packaging, semuanya halal,” urai Elsa. Sertifikasi dari LPPOM-MUI pun dikantongi Wardah. Tak heran, Wardah kini diakui sebagai kosmetik halal di mata dunia.