Bisnis Hotel Surabaya Tumbuh 60 Persen sepanjang 2016

Bisnis Hotel Surabaya Tumbuh 60 Persen sepanjang 2016

Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya, foto: arya wiraraja/enciety.co

Pada tahun 2016, ada beberapa bidang yang menunjang perkembangan perekonomian Kota Surabaya. Di antaranya yakni bidang perdagangan, perhotelan, restoran, perdagangan makanan dan minuman.

“Contohnya bidang perhotelan. Kami mencatat, semakin menjamurnya hotel baru dengan tarif terjangkau ternyata tidak mempengaruhi tumbuh kembangnya bisnis ini,” kata Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya, dalam acara Perspective Dialogue di Radio Suara Surabaya, Jumat (30/12/2016).

Dalam bidang perhotelan, sambung dia, pihaknya mencatat rata-rata tingkat okupansi hotel di Kota Surabaya sepanjang tahun 2016 sekitar 60 persen. Perlu diketahui, dalam bidang perhotelan, produk yang ditawarkan bukan hanya kenyamanan fasilitas kamar tidur saja. Tapi juga menawarkan fasilitas berupa meeting Room, cafe, fasilitas olahraga, dan restoran kepada para pelanggannya.

“Dengan kata lain, fasilitas-fasilitas tambahan seperti inilah yang menambah pendapatan dan nilai okupansi hotel di Surabaya,” terang Kresnayana.

Menurut Kresnayana, tumbuh kembangnya dunia perhotelan sedikit banyak dipengaruhi maraknya komunitas-komunitas di Surabaya. Keberadaan komunitas-komunitas tersebut membentuk jejaring ekonomi yang bersifat konstruktif dan produktif.

“Contohnya komunitas traveling. Keberadaan komunitas ini selain hobi traveling ke tempat-tempat yang belum pernah didatangi, komunitas ini ternyata juga hobi membuat posting di berbagai sosial media dan memberikan ulasan. Namun, yang terpenting adalah, komunitas ini juga hobi kumpul dan nongkrong di berbagai cafe. Jadi inilah yang mampu mengerek bisnis perhotelan,” papar pakar statistis ITS tersebut.

Dalam kesempatan itu, jelas Kresnayana, jika model bisnis atau usaha yang melibatkan berbagai komunitas seperti itu menjadi cara bisnis baru pada tahun 2017 mendatang.

“Model bisnis tersebut disebut sebagai sharing economy. Konsep baru ini berkembang seiring dengan makin majunya teknologi dan informasi lewat dunia digital,”urai Kresnayana. (wh)