Bisnis Aksesoris Rosita Beadstown Terispirasi Booming Batu Akik

Bisnis Aksesoris Rosita Beadstown Terispirasi Booming Batu Akik

Ardian Rosita memamerkan produknya.foto:arya wiraraja/enciety.co

Tahun 2016, Ardian Rosita sering ikut suaminya, Awan Sadiro (44), mengunjungi sentra-sentra batu akik. Melihat model dan jenis batu mulia yang sempat booming tersebut. Rosita sama sekali gak paham soal batu akik. Dia hanya jadi pengamat saja. Lebih banyak jadi pendengar orang membincang. Dari tren akik yang diburu, akik yang cocok untuk kesehatan, sampai akik yang punya unsur magis. Sementara suaminya memang pehobi dan kolektor batu akik.

“Saya bingung, kok suami bilang batu alam asli nusantara ini bagus,” ujar Rosita ditemui enciety.co di rumahnya, Jalan Jazuli 33, Surabaya.

Masa itu, Rosita sudah membuka usaha menjahi baju, sprei serta sarung bantal yang dirintis tahun 2015. Rosita juga menjual produk kudapan salad.

“Saya jualan untuk mengisi waktu luang. Karena saya ibu rumah tangga yang tugasnya mengasuh anak-anak di rumah. Saya ingin memanfaatkan waktu luang yang banyak tersebut,” cetus perempuan kelahiran Surabaya April 1978, itu.

Rosita ingin menambah kesibukan. Tercetuslan ide membuat aksesoris batu alam. Ini setelah dia beberapa kali menemani suaminya belanja batu akik.  “Saya kepikiran, kenapa tidak buat aksesoris batu yang cocok untuk perempuan,” tutur dia.

Dalam proses belajar membuat aksesoris batu alam, Rosita sering lihat tutorial di YouTube. Juga dengan teman-teman dan suaminya yang mahir mengombinasikan kawat wayer dengan batu-batu alam.

“Di situlah saya belajar dengan mereka untuk buat produk,” ujar Rosita, mengenang.

Dia mengaku, modal awal usaha dari hasil uang menabung. Uangnya dibelikan bahan-bahan seperti batu alam, kawat wayer dan lain sebagainya.

“Beli bahan jadi 2-3 produk. Saya jual ke teman-teman lalu laku. Uangnya ya saya belikan bahan-bahan lagi. Begitu seterusnya. Kalau dihitung ya saya rugi. Namun ada kepuasan batin kalau liat produk kita disukai orang dan laku dijual,” tutur Ibu dua anak ini, lantas tersenyum.

Bisnis Aksesoris Rosita Beadstown Terispirasi Booming Batu Akik
foto:arya wiraraja/enciety.co

Mentor Galak

Ardian Rosita mengaku  mengenal Pahlawan Ekonomi, program pemberdayaan masyarakat yang digagas Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya ini, dari media sosial. Saat itu, dia suka browsing dan searching beberapa model produk dari media sosial dan beberapa situs.

“Awalnya saya penasaran ada program pelatihan gratis yang diadakan Pemerintah Kota Surabaya. Saya lalu datang ke Kaza City Mall pada hari Minggu,” ujarnya.

Benar saja, Rosita senang bisa ikut pelatihan gratis. Karena selama ini, selain memperkaya referensi dari dunia digital, Rosita sering ikut pelatihan berbayar yang diadakan di Surabaya dan luar kota.

“Saat pertama datang saya grogi lihat mentor-mentor yang mengajar galak-galak. Namun, setelah sering interaksi, saya jadi paham. Semua yang dilakukan mentor-mentor itu untuk kebaikan kita, ya para peserta ini,” ucap owner Beadstown ini.

Rosita mengaku jika banyak ilmu didapat setelah ikut pelatihan Pahlawan Ekonomi. Di antaranya manajemen usaha, digital marketing, branding and packaging, dan lain sebagainya.

“Dulu, saya tidak pernah mencatat keuangan. Namun semakin ke sini saya bisa lebih serius merintis usaha. Saya bisa tahu keuntungan saya setiap bulan. Alhamdulillah,” paparnya.

Hingga sekarang, Rosita masih menggunakan media sosial untuk berjualan. “Jika dulu saya buat liat referensi model aksesoris yang baru dan bagus, saat ini saya sudah berjualan di media sosial. Jadi, selain offline, saya juga jualan online,” urai Rosita.

Terkait produksi, Rosita kini dibantu dua orang. Sekarang sudah ada puluhan produk yang dijual. Di antaranya bros batu alam, gelang, kalung liontin, dan lain sebagainya. Untuk harga, Rosita membandrol mulai dari Rp 15 ribu sampai Rp 1 juta.

“Sebulan, saya bisa mengumpulkan paling sedikit Rp 10 juta. Kalau pas ramai pesanan, seperti aksesoris pernikahan souvernir syukuran gitu, ya bisa sampai Rp 20 juta,” paparnya. (wh)