Biro Umroh di Jatim Bakal Ditertibkan

Biro Umroh di Jatim Bakal Ditertibkan
Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf membuka pameran Umroh di Grand City, Rabu (28 /10/2015). Foto:sandhi nurhartanto/enciety.co

Antrean untuk dapat menunaikan ibadah haji yang saat ini berkisar antara 18 sampai 20 tahun, membuat masyarakat kini lebih banyak memilih melaksanakan umroh. Lamanya antrian haji membuat jumlah umat Islam di Jawa Timur yang memilih umrah meningkat tajam.

Dua tahun lalu, jumlah masyarakat yang melaksanakan umroh ke Tanah Suci tercatat 12 – 15 ribu orang. Sekarang jumlahnya naik hingga 20 ribu orang. Sedangkan di Jawa Timur sendiri, tercatat 240 orang pergi menunaikan ibadah umrah dan lebih dari separuhnya berangkat dari Surabaya.

Tingginya peminat umrah terlihat dari jumlah penerbangan pesawat dari Surabaya ke Arab Saudi. Setiap minggu, selalu ada lima pesawat yang mengangkut jemaah umrah. Dalam setiap penerbangan, biasanya memuat antara 350 – 400 jemaah. Padahal, untuk bisa berangkat umrah, harus membayar minimal 1.900 sampai 3.500 dolar Amerika.

Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf meminta Kementerian Agama untuk menertibkan keberadaan biro perjalanan umroh yang tidak resmi. Karena, selain tidak memberikan pendidikan yang baik, juga banyak biro perjalanan yang merugikan masyarakat.

“‎Kami (Pemerintah Prov Jatim red) akan melakukan pembicaraan dengan Kementerian Agama untuk menertibkan biro perjalanan haji yang tidak resmi,” kata Saifullah Yusuf saat membuka Pameran Umroh di Grand City, Rabu (28 /10/2015).

Para pemilik perjalanan umroh diminta untuk mengikuti aturan Kementerian Agama dalam melaksanakan bisnisnya. Yaitu memberangkatkan umroh secara baik dan terbuka dan menyampaikan kepada masyarakat tentang mekanisme pemberangkatan ibadah umroh yang benar.

“Laksanakan bisnis umroh ini dengan baik. Saya pernah lihat dan tidak tega jika melihat tayangan, ada orang nangis-nangis karena batal berangkat umroh, ini tidak boleh lagi terjadi,” ujar dia. (wh)