Bikin Menu Buka Puasa, Ikan Saus Lemon Tumis Sayur Belanda

Bikin Menu Buka Puasa, Ikan Saus Lemon Tumis Sayur Belanda
Pelatihan Culinary Business yang digelar di Kaza City, Surabaya, Minggu (5/7/2015). arya wiraraja/enciety.co

Pahlawan Ekonomi sebagai gerakan bagi para pelaku usaha kecil menengah (UKM) di Surabaya terus melakukan pelatihan guna menciptakan entrepreneur kreatif dan progresif di Kota Pahlawan.

Kali ini Pahlawan Ekonomi menggelar pelatihan Culinary Business di Kaza City, Jalan Kapas Krampung, Surabaya, Minggu (5/7/2015).

Acara periodik tersebut diikuti puluhan pelaku UKM. Mereka diajarkan bagaimana membuat menu alternatif berbuka puasa, yakni ikan saus lemon tumis sayur Belanda.

Menu tersebut menghadirkan bahan-bahan berupa ikan salmon kukus, minyak, garam, merica bubuk, jeruk lemon segar, buah kismis, kacang merah dan berbagai macam sayuran seperti brokoli, wortel, dan buncis.

Ikan salmon dikukus hingga setengah matang, tumis ikan dengan menggunakan minyak panas, setelah di tumis lalu dicampurkan dengan bahan-bahan berupa garam, merica bubuk dan diberi air perasan jeruk lemon segar. Secara terpisah tumis sayur-sayuran dan kacang merah  dipersiapkan. Kurang lebih tiga puluh menit menu ikan saus lemon siap disajikan.

“Menu ini adalah perpaduan antara menu masakan China dengan masakan Timur Tengah. Kami sengaja memilih menu ini karena proses pembuatannya terbilang sederhana,” ungkap Ari Indramawianto, mentor pelatihan Culinary Business kepada enciety.co.

Ia lalu menuturkan, bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat menu tersebut sangat mudah dicari. “Jika kesulitan mencari ikan salmon, kita dapat menggantinya dengan ikan bandeng, tengiri dan lain sebagainya,” terangnya.

Namun yang perlu diperhatikan komposisi bumbu dasar dan cara memasak ikan yang benar. “Untuk masalah ikan dapat kita ganti dengan ikan yang nilai ekonominya lebih terjangkau. Namun yang perlu dicermati jika kita salah dalam mencampur komposisi bumbu karena rasa yang dihasilkan akan berbeda,” tegasnya.

Selain itu, Ari juga menjelaskan modal yang dikeluarkan untuk membuat satu porsi menu tersebut sebesar Rp 12 ribu. “Dengan modal dua belas ribu kita dapat menjual menu tersebut dengan harga Rp 17 ribu hingga Rp 18 ribu per porsinya,” paparnya. (wh)