Bikin Cara Mudah Cari Kos di Metropolis

Bikin Cara Mudah Cari Kos di Metropolis
Edwin Chandra, Ruben Tri Sanjaya, dan Lutfi Ariefiandi peserta Start Surabaya membuat terobosan mencari kos dengan aplikasi PiKost.

Tidak hanya mencari kerja, bagi pendatang baru di Kota Metropolitan, mencari tempat tinggal sementara atau kos juga bisa jadi hal yang rumit. Hal yang sepeleh ini terkadang kerap membingungkan para urbanis yang hendak tinggal di Surabaya.

Inilah cikal dari terobosan yang dilakukan oleh empat pemuda dalam inkubasi Start Surabaya. Dari banyaknya permasalahan urbanis yang kesulitan mencari kos, Edwin Chandra, Ruben Tri Sanjaya, dan Lutfi Ariefiandi kemudian berpikir kreatif untuk membantu para warga pendatang mencari tempat tinggal melalui aplikasi PiKost.

“Gagasan kami ini berdasarkan survey yang kami lakukan. Dari 100 persen responden ada 53 persen user menjawab mencari kos dengan mendatangi langsung lokasi kos-kosan. 36 persen user bertanya kepada kerabat, dan sisanya 11 persen searching di dunia maya. Meski banyak tempat kos, faktor kenyamanan yang terpenting. Banyak user yang mengaku sering pindah kos karena ngerasa nggak nyaman,” beber salah satu pembuat aplikasi, Edwin, Jumat (6/2/2015).

Atas dasar permasalahan sepeleh namun bikin rumit tersebut, empat pemuda yang tergabung Start Surabaya sejak sebulan yang lalu ini membuat media penghubung antara pencari kos dengan penyedia kos lengkap dengan alat interaktif. Selain mempermudah mencari kos, para penyedia jasa kost juga tidak perlu repot memasarkan huniannya di koran maupun dengan plakat yang terpajang di depan rumah.

“Dari hasil penelitian kami, para pemilik kos juga mengaku kesulitan. Jadi istilahnya kami mewadahi antara permintaan dan suplai ke dalam sebuah forum yang kami namakan PiKost. Pemilik kos juga mengaku kesulitan jika memasarkan lewat website karena belum tersedianya website tentang kos,” bebernya.

Selain itu, faktor lainnya, kata Edwin, pemilik kos kebanyakan belum melek teknologi. Namun dengan aplikasi yang dibuatnya bersama rekan sejawatnya di Start Surabaya tersebut, Edwin yakin baik pemilik maupun pencari kost dapat dengan mudah bertransaksi.

Sama halnya dengan tempat jual beli online lainnya, Pikost ini nantinya akan menjadi sebuah portal website yang menjembatani antar pemilik kos dan para pencari kos. Tujuannya, agar memberi informasi kepada semua orang tentang kost yang tepat sesuai keinginan dengan budget yang tersedia.

“Jelas hal ini bakal mempermudah para pencari kos. Baik itu pelajar, mahasiswa, pekerja, suami-istri, dan lain sebagainya akan mudah sekali apalagi mereka bisa memilih-pilih tanpa harus keliling, cukup lewat internet saja,” bebernya.

Ditambahkan Lutfi Ariefiandi, PiKost akan menjembatani antara pemilik kos dan para pencari kost agar komunikasi antar keduanya menjadi lebih mudah. Website akan berisi segala informasi yang dibutuhkan oleh para pencari kost di antaranya fasilitas dan foto yang lengkap. Pemilik kos juga akan dapat memasarkan tempat kosnya secara global. Sehingga dapat mempermudah tempat kosnya agar selalu terisi penuh.

Pastinya akan banyak tantangan dalam membangun PiKost ini. Masukan dari mentor pun diberikan kepada Edwin dan tim. Benny, CEO, Kreavi mengritisi

“Gimana kalau pemilik kos ingin memposting informasi kosnya sendiri? Gimana Edwin dan tim bisa dapet revenue, atau bagaimana kalau dibuat adanya premium user? Nah, jadi PR sekaligus bisa jadi innovasi nih,” sarannya. (wh)