BII-Maybank Beri Garuda Pinjaman USD 100 Juta

BII-Maybank Beri Garuda Pinjaman USD 100 Juta
Dirut Garuda M Arif Wibowo menerima cindera mata dari Dirut BII Maybank Taswin Zakaria.

BII Maybank Tbk memberikan pinjaman kepada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk sebesar USD 100 juta atau setara dengan Rp 1,3 triliun dengan prinsip Musyarakah ((syariah). Dana tersebut akan digunakan untuk investasi oleh Garuda sebagai perusahaan induk maupun anak-anak perusahaannya seperti GMF Aeroasia, Aerowisata Catering Services maupun Citilink Indonesia.

Penandatanganan perjanjian kerjasama “Bridging Loan Facility” dengan prinsip syariah tersebut dilaksanakan oleh Direktur Utama Garuda Indonesia M. Arif Wibowo dan Presiden Direktur BII-Maybank Taswin Zakaria di Jakarta, Selasa (23/3/2015).

Kerjasama pembiayaan tersebut dilaksanakan dengan jangka waktu pendanaan selama 1 (satu) tahun dalam bentuk pembiayaan talangan (Bridging Loan Facility) berkaitan dengan rencana pendanaan dan pengembangan perusahaan ke depan melalui penerbitan Obligasi Sukuk International (Global Sukuk Bond) sebesar USD 500 juta.

Direktur Utama Garuda Indonesia M. Arif Wibowo mengatakan, kerjasama fasilitas pembiayaan tersebut merupakan bentuk kepercayaan mitra perusahaan terhadap Garuda Indonesia sejalan dengan membaiknya kinerja Perseroan sepanjang awal tahun 2015.

“Kerjasama fasilitas pembiayaan tersebut merupakan bentuk kepercayaan mitra kerja terhadap Garuda Indonesia,” kata Arif.

Kepercayaan BII Maybank tersebut tidak terlepas dari keberhasilan Garuda melaksanakan program quantum leap yang menjadikan Garuda sebagai global player dengan predikat Maskapai Bintang Lima (5-Star Airline), menempati peringkat ketujuh airline dunia, serta menjadi anggota aliansi global SkyTeam.

Berbagai pencapaian Garuda Indonesia dalam 10 tahun terakhir tersebut menjadi fondasi utama bagi pengembangan perusahaan ke depannya untuk dapat bersaing di level international, khususnya di tengah kondisi perekonomian global yang semakin cepat berubah, iklim industri yang semakin kompetitif, dan siklus bisnis yang semakin pendek.

Sementara itu, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Garuda Indonesia Ari Askhara Danadiputra menambahkan, kerjasama Bridging Loan Facility tersebut merupakan bagian dari strategi quick wins Garuda Indonesia untuk menunjang rencana pembiayaan perusahaan ke depan, yaitu financial reprofiling sambil menunggu momentum yang tepat bagi Garuda Indonesia untuk menerbitkan Global Sukuk Bond.

Garuda Indonesia melaksanakan strategi jangka pendek quick wins untuk rebound di tahun 2015 di tengah kondisi industri penerbangan -bukan saja domestik namun juga global- yang dewasa ini sedang mengalami “turbulensi”.

Dalam upaya mengatasi berbagai kondisi tersebut serta sebagai bagian dari program pengembangan perusahaan ke depan, program quick wins dilakukan melalui tiga strategi yakni peningkatan revenue generator, di mana seluruh potensi yang dapat meningkatkan revenue perusahaan akan dimaksimalkan.

Kedua, melakukan restrukturisasi cost driver, yaitu melakukan penataan dan restrukturisasi biaya sehingga dapat dicapai efisiensi yang tinggi, tanpa mengurangi kualitas pelayanan yang diberikan, dan yang terakhir adalah reprofiling, melalui berbagai langkah dan strategi menyangkut aspek keuangan, sehingga kondisi finansial perusahaan terjaga.

Dirut BII Maybank Taswin mengatakan, pemberian pinjaman oleh BII-Maybank kepada Garuda merupakan yang ke dua kalinya. Sebelumnya BII Maybank juga pernah memberikan fasilitas pembiayaan sebesar USD 100 juta pada tahun 2014 untuk program pengembangan bisnis dan operasional Garuda Indonesia.

BII Maybank, lanjut Taswin memandang pondasi Garuda sangat kokoh, sehingga  layak untuk dibiayai sebagai bagian darii sinergi korporasi. Apalagi selama ini pengembalian dana pinjaman dalam posisi lancar.

Selain itu, pemegang saham utama BII-Maybank, Malayan Banking (Maybank) Berhad, akan turut berpartisipasi dalam rencana penerbitan Obligasi Sukuk Internasional (Global Sukuk Bond) sebesar USD 500 juta melalui perusahaan terafiliasinya di Malaysia, yaitu Maybank Investment Bank Berhad, yang nantinya akan bertindak sebagai Joint Lead Managers & Joint Bookrunners. (wh)