Bidik Pasar Menengah Atas, Diah Cookies Dijual di Neo Hotel

Bidik Pasar Menengah Atas, Diah Cookies Dijual di Neo Hotel

Produk Diah Cookies yang kini dijual di Neo Hotel Gubeng. foto:arya wiraraja/enciety.co

Makin banyak saja perusahaan swasta yang melirik produk Pahlawan Ekonomi Surabaya. Setelah Citilink memboyong produk Pahlawan Ekonomi untuk dijual di dalam pesawat, kini giliran Neo Hotel. Hotel yang tergabung dalam grup Archipelago Internasional itu, mulai akhir Januari 2018, menjual produk-produk Diah Cookies.

Tahap pertama, Diah Cookies dijual di Neo Hotel Gubeng. “Kami memang berkomitmen membantu para pelaku usaha di Surabaya agar bisa memasarkan produk mereka di tempat kami,” ujar Nur Dian Arief,  saat ditemui enciety.co di Lobby Neo Hotel Gubeng Surabaya, Jalan Jawa Surabaya, Jumat (29/1/2018).

Ada 20 varian produk Diah Cookies yang di-display di Lobby Hotel. Di antaranya nastar cake, nastar box, kastengel, putri salju, cheese stick, cocho stick, dan red velvet milky.

Menurut Dian, banyak tamu hotel yang mayoritas orang luar Surabaya yang membeli produk Diah Cookies yang dinobatkan sebagai juara pertama Kategori Home Industry Pahlawan Ekonomi 2016 . Mereka membeli produk tersebut untuk dipakai cemilan saat di hotel dan dibawah pulang untuk buah tangan.

“Yang paling banyak membeli lebih dari satu produk . Ada lima lusin produk Diah Cookies diborong tamu hotel. Dengan hasil ini, kami sangat senang bisa membantu pelaku usaha di Surabaya agar lebih maju lagi,” katanya.

Bidik Pasar Menengah Atas, Diah Cookies Dijual di Neo Hotel
HRD Neo Hotel Gubeng Nur Dian Arief. foto:arya wiraraja/enciety.co

Dian menuturkan, pihaknya mau menjual produk Diah Cookies karena tertarik dengan packaging-nya yang tergolong modern. “Makanya, kami yakin jika dijual di sini pasti menarik minat tamu hotel membelinya,” tegas dia.

Sejak berdiri tahun 2015, Neo Hotel Gubeng yang tergabung dalam Grup Archipelago Internasional merupakan hotel bisnia berbintang tiga di Surabaya. Noe Hotel memiliki nilai okupansi year of date sekitar 9,3 persen. Selain Neo Hotel, Grup Archipelago Internasional juga memiliki beberapa brand hotel lain, yakni  Alana Hotel, Fave Hotel, dan Quest Hotel.

“Dengan nilai okupansi 9,3 persen, dapat dikatakan setiap hari hotel kita penuh. Di samping itu, jaringan hotel yang kita miliki di Surabaya ada tujuh dan di Indonesia sekarang sudah ada 200 hotel,” ungkapnya.

Dia menambahkan, jaringan hotelnya siap mendorong agar pelaku usaha kreatif di Surabaya bisa berkembang dan produknya laris manis. (wh)