Bidhya Bhandari, Wanita Pertama Pimpin Nepal

Bidhya_Bhandari

Parlemen Nepal memilih anggota parlemen Bidhya Bhandari sebagai presiden perempuan pertama negara itu, Rabu (28/10/2015), setelah negara itu menerapkan konstitusi baru bulan lalu.Mantan Menteri Pertahanan ini mengalahkan lawannya Kul Bahadur Gurun dengan 327 melawan 214 suara untuk menajdi kepala negara di Himalaya tersebut.

Bhandari yang juga menjabat sebagai wakil pimpinan partai pemenang, Partai Komunis Nepal ini akan menggantikan Ram Baran Yadav. Yadav terpilih sebagai presiden pertama pada tahun 2008 menyusul berakhirnya monarki Hindu yang sudah berkuasa selama 240 tahun di Nepal.”Saya mengumumkan bahwa Bidhya Devi Bhandari telah terpilih untuk mengisi jabatab Presiden Nepal,” ujar Ketua DPR Nepal, Onsari Gharti Magar yang disambut gembira oleh para anggota parlemen.

Bhandari, merupakan wajah perempuan yang jarang di parlemen Nepal, terjun ke dunia politik sejak remaja, berjuang untuk mengakhiri monarki absolut. Ia menikah dengan seorang pendukung komunis, Madan Bhandari.

Setelah suaminya meninggal dalam sebuah insiden kecelakaan mobil pada tahun 1993, ibu dua anak ini menjadi salah seorang yang vokal. Ia mendapatkan simpati masyarakat untuk memenangi kursi parlemen.

Yadav seharusnya menjabat presiden selama dua tahun, namun perseteruan yang berlangsung selama bertahun-tahun menunda kesepakatan mengenai konstitusi baru yang akhirnya ditandatangani bulan lalu.

Bhandari (54) merupakan perempuan kedua yang terpilih untuk posisi senior setelah Magar menjadi ketua parlemen perempuan pertama negeri itu.

Sesuai konstitusi yang baru, parlemen bulan ini juga telah memilih perdana menteri yang baru, KP Sharma Oli, yang bertanggung jawab untuk menyatukan negeri itu setelah diserang gempa bumi yang meluluhlantakan negara itu. (bst)