Biaya Produksi Listrik Indonesia Termahal di Dunia

2015, PLN Target 3,59 Juta Pelanggan Baru

Biaya Pokok Produksi (BPP) listrik Indonesia disebut-sebut merupakan yang termahal di dunia. Biaya produksi listrik Rp1.300 per kilowatt hour (kwh) terjadi karena pembangkit di Indonesia masih banyak yang menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM). “BPP kita itu Rp1.300 per KWh, BPP kita paling tinggi di dunia, itu cost-nya. Karena energi primer cost tinggi banyak menggunakan BBM,” kata Anggota Komisi VII DPR RI Ramson Siagian di Jakarta, Minggu (15/3/2015).

Lebih lanjut dia mengatakan, program kelistrikan sebesar 35.000 megawatt (MW) yang selesai dalam waktu lima tahun harus dapat mengurangi penggunaan BBM sebagai energi pembangkit listrik.

Program tersebut, kata Ramson, harus menggunakan energi batu bara sebagai mayoritas. Sayangnya, hingga saat ini pemerintah belum memiliki strategi jangka panjang ketahanan pasokan batu bara guna mengantisipasi peningkatan konsumsi saat pembangkit tersebut beroperasi. “Yang belum ada strategi pemerintah menjaga ketersediaan batu bara untuk pembangkit baik listrik PLN atau Independent Power Producers (IPP). Ini yang belum ada strategi komprehensif dari pemerintah bersifat jangka pendek,” tandasnya.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jarman menyanggah jika pemerintah belum memiliki strategi jangka panjang ketahanan pasokan batu bara. Pihaknya mengaku saat ini pemerintah sudah memiliki acuan penggunaan energi listrik dalam jangka panjang disusun dalam Kebijakan Energi Nasional (KEN) yang diprakarsai oleh Dewan Energi Nasional (DEN). “Memang kalau energi ada KEN, itu diterbitkan oleh DEN. Dalam KEN sudah dibuat langkah men-secure kebutuhan energi ke depan, termasuk persentase energi baru terbarukan,” imbuh Jarman. (oke)