Biadab, Israel Gunakan Senjata Terlarang di Gaza

Biadab, Israel Gunakan Senjata Terlarang di Gaza

Kebrutalan agresi militer Israel kembali mendapat sorotan dunia internasional. Tak hanya banyaknya korban  warga Gaza yang jatuh, Israel juga menggunakan senjata terlarang dalam agresinya kali ini.

Militer Israel dilaporkan menggunakan senjata selongsongan mematikan dalam serangannya ke Gaza. Senjata itu juga dinyatakan ilegal menurut aturan hukum humaniter, oleh sebuah organisasi hak asasi manusia negeri zionis.

Senjata itu ditembakkan oleh tank dan digambarkan sebagai senjata yang tidak tepat, karena tak cocok untuk pertempuran di daerah kecil.

Dilansir dari Independet.co.uk, Senin (20/7/2014), selongsongan yang meledak sesuai target di udara itu benar-benar mematikan. Saat ditembakkan, maka sebuah selongsong berisi ribuan anak panah baja kecil yang ukuran panjangnya tidak lebih dari 4cm akan berterbangan di udara menuju sasaran yang sudah dibidik.

Menurut Pusat Hak Asasi Manusia Palestina (PCHR), enam selongsong seperti itu ditembakkan ke arah Desa Khuzaa di Jalur Gaza pada tanggal 17 Juli. Kelompok tersebut menggambarkan, ada seorang wanita bernama Nahla Khalil Najjar menderita luka mematikan di dadanya akibat anak panah mini. Para peneliti lapangan PCHR juga menunjukkan gambar anak panah yang yang dijadikan amunisi oleh Israel.

Ketika ditanyakan oleh surat kabar, militer Israel tidak menyangkal telah menggunakan selongsong mematikan itu dalam konflik dengan Hamas. Sambil mengatakan bahwa mereka hanya memakai senjata yang ditentukan hukum internasional.

“Sementara flechette (anak panah mini) tidak secara tegas dilarang berdasarkan hukum humaniter internasional dalam segala situasi, aturan lain dari hukum humaniter membuat penggunaannya di Jalur Gaza ilegal,” kata aktivis HAM B’Tselem.

“Salah satu prinsip paling mendasar adalah kewajiban untuk membedakan antara mereka yang terlibat dan mereka yang tidak terlibat dalam pertempuran, dan untuk menghindari sejauh mungkin cedera bagi mereka yang tidak terlibat,” tambah B’Tselem.

Pejabat kesehatan Gaza mengatakan bahwa 425 warga Palestina telah tewas dalam konflik itu, dan sekitar 3.000 lainnya terluka.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas menuduh Israel melakukan pembantaian dengan penembakan ke Distrik Shijaiyah yang padat penduduk. Sementara pejabat kesehatan Israel mengatakan, korban tewas di pihaknya kini 20 orang. Termasuk 18 tentara dan dua warga sipil tewas dalam lintas batas tembakan artileri. (lp6/ram)