BI: Utang Luar Negeri Swasta USD 141 Miliar

BI: Utang Luar Negeri Swasta USD 141 Miliar

Pihak swasta diimbau Bank Indonesia (BI) agar terus menjaga kondisi Utang Luar Negeri (ULN). Ini setelah ULN swasta melebih ULN pemerintah. Tercatat, hingga akhir 2013, ULN swasta sekitar USD141 miliar dan ULN pemerintah sekira USD124 miliar.

Dikatakan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (DGS-BI), Mirza Adityaswara, BI memang tugasnya untuk menjaga stabilitas moneter, bersama Lembaga Penjamim Simpanan (LPS), Kementerian Keuangan, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“BI tugasnya selalu memberi peringatan bahwa kita harus sudah mulai prudent sektor swasta. Memang pertumbuhan ekonomi kita baik untuk permintaan terhadap produknya bagus, perlu kebutuhan modal. Kebutuhan modal ditawarkan pasar obligasi di luar negeri, tapi tetap saja kita harus tetap jaga rasio makro ekonomi agar tetap prudent. Debt equity ratio kita naik terus,” ucap Mirza saat memberikan keterangan kepada wartawan di Gedung BI, Jakarta, Jumat (11/4/2014).

Mirza lalu menjelaskan, saat ini kinerja ekspor belum kembali meningkat dengan baik, sehingga perlu untuk menjaga ratio utang. terutama utang swasta.

“Kalau kita baca statement IMF sedang annual meetings dengan World Bank di Washington. IMF pun beri peringatan ke negara-negara berkembang, mengenai utang sektor swasta pada periode 2009-2013 naik tiga kali lipat. Sedangkan kita naik dua kali lipat swasta,” pungka dia. (okz/wh)