BI Prediksi Pergerakan Uang Pascalebaran Tinggi

BI Prediksi Pergerakan Uang Pascalebaran Tinggi

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Perwakilan Jawa Timur Difi Ahmad Johansyah, foto: bumntoday

Pergerakan uang yang masuk ke Jatim diprediksi tinggi pascalebaran 2019. Hal itu terlihat dari tingginya arus kunjungan masyarakat daerah lain ke wilayah setempat usai Lebaran.

“Saya kemarin berkunjung ke Kota Batu, dan terlihat banyak variasi plat nomor kendaraan yang ada di wilayah itu. Ini artinya kami akan sibuk menghitung pergerakan uang yang masuk ke Jatim,” ungkap Kepala Perwakilan Bank Indonesia Perwakilan Jawa Timur Difi Ahmad Johansyah, di sela acara Halalbihalal dengan perwakilan perbankan di Jatim, Selasa (11/6/2019).

Dia lalu menjelaskan, salah satu pendukung tingginya uang yang masuk ke Jatim adalah ditopang dengan infrastruktur jalan tol yang sebagian besar rampung dibangun, sehingga meningkatkan konektivitas antardaerah.

”Jalan tol sudah tersambung, sehingga beberapa tempat kian ramai. Seperti di tempat wisata di Batu yang saya kunjungi lalu, hampir semua plat mobil dari berbagai daerah ada di sana,” tutur Difi.

Menurut Difi, pergerakan uang yang tinggi tidak hanya terjadi pada uang kartal, namun juga transaksi non-tunai khususnya di jalan tol.

Deputi Kepala Perwakilan BI Jatim Yudi Harymukti menegaskan, berdasarkan catatan Bank Indonesia Jatim sebelum lebaran lalu “net outflow” atau aliran uang yang keluar lebih banyak timbang yang masuk.

Data BI Jatim per 20 Mei 2019, arus uang yang keluar sebesar Rp 4,48 triliun, sedangkan arus yang masuk hanya Rp 2,5 triliun. Dari data itu, sebelum Lebaran Jatim mencatat net outflow sebesar Rp 1,98 triliun.

Namun setelah Lebaran, kata dia, kondisi itu berbalik yakni arus aliran uang yang masuk ke Jatim perlahan-lahan lebih tinggi dibandingkan uang yang keluar atau net inflow.

‘Kami prediksi net inflow ini bisa berlangsung dalam 2-3 bulan setelah Lebaran, dan akan terus tinggi,” ujar dia.

Sedangkan pada momen Lebaran 2018 atau Juni 2018, tercatat ada Rp 7,2 triliun arus kas keluar dan Rp 8,1 triliun arus kas masuk, sehingga Jatim mengalami net inflow sebesar Rp 9 miliar.

Kemudian setelah Lebaran pada Juli 2018, Jatim mencatat net inflow lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya. Yakni kas keluar sebesar Rp2,5 triliun, sedangkan kas masuk sebesar Rp 6,7 triliun, sehingga net inflow sebesar Rp 4,2 triliun. (ant/wh)