BI Longgarkan Perjanjian Beli Valas

Bank Indonesia Waspadai Dampak El Nino
foto: metrotvnews.com

Bank Indonesia (BI) menyatakan telah menetapkan langkah strategis untuk menghadapi situasi perekonomian dalam negeri. Di antaranya dengan memperkecil perjanjian currency swap untuk melonggarkan Rupiah dalam jangka pendek sehingga memunculkan beli valas.

“Kami cuma tidak ingin ada likuiditas yang digunakan secara tidak produktif untuk ekonomi. Kami juga ubah cara lelang untuk term deposit valas SBI, SDBI, kami gunakan fix rate,” papar Gubernur  BI Agus Martowardojo di Jakarta.

Selain itu, BI akan menurunkan pembatasan pembelian valas yang sekiranya tidak memerlukan dokumen underlying. Dengan demikian, akan diketahui apa keperluan valas tersebut, apakah untuk membayar impor, bayar sekolah anak, ataupun bayar cicilan apartemen di Luar Negeri (LN). “Kami minta dokumen kalau mau beli pinjaman valas kalau USD100 ribu tidak perlu pakai dokumen, tetapi kalau sekarang kami batasnya sampai USD25 ribu harus pakai dokumen dan di atas USD25 ribu harus pakai,” jelas dia.

Sementara itu,  BI juga masih mendorong hadirnya kebijakan pengelolaan likuiditas dan cadangan devisa (cadev) yang lebih efektif. Termasuk mengenai kebijakan moneter yang prudent dan konsisten, supaya nilai inflasi dapat sesuai sasaran. “CAD defisitnya berkurang, mengupayakan implementasi pengelolaan dengan hati-hati, kebijakan makro supaya kredit tumbuh baik serta kebijakan pasar valas dan penggunaan rupiah dalam negeri. Maupun koordinasi dengan pemerintah OJK dan LPS terus dilakukan supaya kebijakan bisa bersinergi tepat waktu dan ukuran tepat,” tandasnya. (oke)