BI Dorong Layanan Nontunai Keuangan Syariah

BI Dorong Layanan Nontunai Keuangan Syariah
ilustrasi: bprsinvestama.com

Bank Indonesia mendukung pengembangan konsep layanan nontunai untuk meningkatkan kualitas transaksi keuangan syariah terutama dalam hal pembayaran wakaf, infak maupun shadaqah.

“Kami memandang bahwa pengembangan layanan nontunai sebagai bagian dari upaya perluasan akses keuangan di kalangan umat muslim merupakan suatu keniscayaan,” ujar Deputi Gubernur Bank Indonesia Ronald Waas saat membuka seminar ekonomi syariah di Surabaya, Jumat (3/10/2015).

Seminar yang bertajuk “Layanan Non-Tunai Untuk Pembayaran Wakaf, Infak dan Shadaqah” tersebut merupakan bagian dari rangkaian acara Indonesia “Sharia Economic Festival (ISEF) 2015” yang berlangsung mulai 27 Oktober hingga 1 November 2015 di Surabaya.

Ronald lalau menjelaskan, layanan nontunai syariah merupakan salah satu hal yang harus dikembangkan mengingat kebutuhan transaksi keuangan ritel di masyarakat Muslim makin meningkat, khususnya untuk pembayaran Wakaf, Infak dan Shadaqah.

Untuk itu, Bank Indonesia akan fokus kepada tiga aspek utama sebagai upaya mendorong pengembangan konsep nontunai antara lain, pertama, adanya instrumen layanan nontunai yang mengacu pada prinsip syariah dan sesuai dengan karakteristik masyarakat Muslim.

Kemudian, kedua, pengembangan dilakukan dengan berbasis pada inovasi sebagai motor (innovative driven) serta, ketiga, adanya dukungan ekosistem “e-payment” karena bisa membuat transaksi keuangan menjadi lebih mudah diakses dan efisien.

“Dengan ketiga aspek tersebut, diharapkan layanan nontunai mampu memfasilitasi transaksi keuangan syariah di antaranya Wakaf, Infak dan Shadaqah, agar semakin efisien namun tetap sesuai dengan prinsip syariah,” ujar Ronald.(ant/wh)