BI Cermati Kenaikan Impor

 

BI Cermati Kenaikan Impor

Bank Indonesia (BI) terus mencermati lonjakan impor sepanjang April 2014 yang bisa memacu defisit necara perdagangan . Naiknya impor lebih banyak disebabkan oleh persiapan menjelang bulan puasa dan hari raya Idul Fitri  yang akan berjalan satu bulan ke depan.

“Impor  sepanjang April 2014 naik  lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya. Ini  yang kemungkinan menyebabkan defisit,” ujar Gubernur BI Agus Martowardojo.

Terkait komoditas-komoditas penyebab kemungkinan defisit tersebut, BI masih perlu harus mengkaji lebih lanjut. Yang jelas, naik impor menjelang bulan puasa menyebabkan harga melonjak.

“Ekspor kita lihat ada tekanan, terutama karena permintaan dari beberapa negara termasuk Tiongkok turun, sehingga ekspornya mungkin bukan bertambah tapi malah menurun,” urai Agus. 

BI melihat terjadinya penurunan ekspor karena pengaruh harga dan permintaan. Neraca perdagangan yang defisit, Agus memperkirakan, mungkin ada unsur musiman, tapi harus terus diupayakan untuk surplus.

Seperti diberitakan sebelumnya, neraca perdagangan Indonesia pada Februari lalu mengulang surplus sebesar  USD 843,4 juta. Badan Pusat Statistik (BPS) melansir neraca perdagangan RI bulan Maret 2014 mengalami surplus sebesar  USD 673,2 juta.

Terkait dengan lonjakan harga barang, Guernur BI  memperkirakan laju inflasi Mei 2014 sebesar 0,09-1,1 persen.  Tahun ini, BI  memperkirakan inflasi  bergerak dikisaran 3,5 – 5,5 persen. (wh)