BI Akui Belum Ada Standardisasi Pengawasan ATM

 

BI Akui Belum Ada Standardisasi Pengawasan ATM
Hamid Ponco Wibowo, Deputi Perwakilan Wilayah IV Bank Indonesia

Bank Indonesia (BI) mengakui belum ada standaridsasi pengawasan terhadap mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dari perbankan maupun vendor pengisi uang tunai. Tetapi pihak BI Kantor Wilayah IV telah melakukan koordinasi dengan perbankan terkait mekanisme pengisian uang tunai yang dilakukan vendor.

Deputi Perwakilan Wilayah IV Bank Indonesia Hamid Ponco Wibowo mengakui BI memiliki wewenang untuk melakukan pengawasan terhadap pengisian ATM dan vendor. Tetapi BI mengaku belum menerima SOP dari kantor pusat untuk menentukan standarisasi.

“Memang untuk pengawasan vendor dan mesin ATM adalah wewenang kami (Bank Indonesia). Tetapi kita belum menerima SOP seperti apa dan masih kita lakukan secara paralel,” ungkap Hamid kepada wartawan akhir pekan lalu.

Saat ini yang bisa dilakukan BI adalah melakukan koordinasi dengan perbankan di Wilayah IV, yakni tentang pengawasan dan pengamanan pengisian. Demikian juga berkaitan dengan teknologi mesin ATM, erutama menyangkut software.

Seperti yang terjadi pembobolan mesin ATM salah  satu bank di Malang, salah satu penyebabnya mesin ATM yang sudah lama. “Kita sudah lakukan himbauan kepada pihak perbankan dan koordinasi agar pengawasan dilakukan secara bersama (dengan BI). Tujuannya untuk menghindari pembobolan atau pencurian,” ucapnya.

Dia tidak menampik sejauh ini belum ada ketentuan tentang tinjau ulang terhadp mesin ATM. Seperti pemerintah melakukan tera ulang terhadap timbangan atau mesin APBU. “Kita memang belum kesana. Tetapi dari SOP nanti akan menyebutkan pengawasan terhadap mesin ATM maupun vendor,” urainya.

Belum lama ini tindakan kejahatan pembobolan salah satu bank BUMN dilakukan di Malang dengan nilai Rp108 juta. Dimana modus yang digunakan untuk membobola ATM menggunakan kartu yang bisa diakses hampir semua bank. Demikian juga ATM yang dibobol dikabarkan mesin lama.

“Ke depan semua mesin ATM memang harus baru ditunjang dengan teknologi yang lebih secure, guna menghindari tindak kriminal,” tegas Hamid Ponco menutup pembicaraan. (wh)