Besok, Lima Kecamatan Surabaya Coblosan Ulang

Besok, Lima Kecamatan Surabaya Coblosan Ulang

Sebanyak 20 TPS di Surabaya akan menggelar coblos ulang, Minggu (13/4/2014).   Coblos ulang ini dilakukan karena saat  Pileg, Rabu (9/4/2014) lalu pencoblosan tak bisa dilakukan karena surat suara tertukar dengan daerah pemilihan lain.

Surat suara yang tertukar tersebut terdapat di 22 titik, di antaranya di Kecamatan Rungkut TPS 15 dan 16, Kecamatan Krembangan TPS 42, Kecamatan Pakal meliputi Kelurahan Sumberejo TPS 6, 9, 11, Kelurahan Babat Jerawat TPS 9, 17, 27. Kecamatan Lakarsantri meliputi Kelurahan Lidah Kulon TPS 10, 11, 12, 24, 25, serta sejumlah TPS-TPS lainnya.

Selain  Surabaya, ada beberapa Kabupaten dan Kota yang lakukan coblos ulang. Kasusnya pun sama yakni surat suara tertukar. “Coblosan ulangnya maksimal Minggu besok, dan dilakukan di sejumlah kabupaten/kota di Jatim,” ujar Komisioner Bidang Teknis dan Data KPU Jatim Choirul Anam ketika dikonfirmasi wartawan di Surabaya, Sabtu (12/4/2014).

Ia mengatakan dari sekitar 76 TPS yang harus diulang, sudah ada sebagian yang diulang. Antara lain pada 9-12 April. Sedangkan besok adalah terakhir batasan Pemilu ulang lainnya. “Khusus besok pengulangannya dilakukan di kota besar, di antaranya Surabaya dan Bojonegoro,” kata mantan komisioner KPU Kota Surabaya tersebut.

Sekadar diketahui, sebagian TPS di delapan kabupaten/kota di Jatim surat suaranya tertukar saat Pileg pada 9 April 2014.  Delapan wilayah itu yakni Surabaya, Nganjuk, Gresik, Sumenep, Lumajang, Bojonegoro, Kabupaten Madiun dan Ponorogo. “Ponorogo dan Lumajang sudah dilakukan pencoblosan ulang. Kendala logistik bukan masalah karena masih menyisakan surat suara cadangan,” kata dia.

Berbeda dengan logistik atau surat suara di kota besar yang daftar pemilih tetap (DPT) di tiap-tiap TPS jumlahnya banyak. Untuk coblosan ulang itu, lanjut Anam, setidaknya dibutuhkan sekitar 20 ribu surat suara baru. “Kami berharap hari ini sudah tidak ada kendala lagi di logistik dan surat suara, sehingga bisa dilakukan segera coblosan ulang,” katanya.

KPU Jatim sendiri mengaklaim coblosan ulang itu diklaim tidak akan mempengaruhi penghitungan ulang hasil Pileg 2014 di Jatim, baik itu di tingkat desa, kecamatan, kabupaten maupun provinsi. (ram)