Bertrand Meunier Usung Modernitas dan Urbanisasi

 

Bertrand Meunier Usung Modernitas dan Urbanisasi

Bertrand Meunier, fotografer asal Paris, memamerkan 69 karya fotonya dalam pameran bertajuk “Hub Side Down” di Galeri Seni House of Sampoerna (HoS) mulai 16-23 Juni 2014, bekerjasama dengan Institus Français Indonesia (IFI).

Foto yang dipajang adalah foto dengan tema kota besar di dunia. Seperti Hong Kong, Bangkok, Tokyo, Shanghai, Jakarta merupakan lima kota megapolitan Asia yang menarik untuk diamati, terlebih pada perilaku individu dalam menghadapi modernitas dan urbanisasi.

“Dengan teknik fotografi hitam-putih, karya ini bertekstur grainy atau berpasir, dimana teknik ini memberikan kesan unik namun tetap artistik,” katanya, Selasa (17/6/2014).

Ia juga memfokuskan manusia sebagai objek utama dan menghilangkan unsur arsitektur pada latar belakangnya. Teknik ini dilakukan untuk memberikan penekanan terhadap sisi humanisme setiap individu dalam menghadapi globalisasi.

“Proyek ini diawali dengan dibuatnya karya foto mengenai China pada tahun 2004. Cina berhasil membuka perspektifnya akan sebuah kota modern, yang kemudian tertuang sebagai kota imajiner dan berkesan fiksi-ilmiah,” sambungnya.

Hal tersebut mendorongnya untuk merambah kota besar lain di Asia, seperti Hong Kong, Bangkok, Tokyo dan Shang-hai. Bahkan, atas undangan IFI, ia menetap di Jakarta selama bulan Februari 2014 untuk melakukan proyek yang sama di Jakarta untuk dipamerkan di Jakarta dan Surabaya sebagai acara penutupan 10 tahun Printemps Français  di Surabaya.

Printemps Français sendiri merupakan sebuah festival musim semi skala nasional yang memperkenalkan khasanah seni modern Prancis sekaligus memberikan kesempatan bagi masyarakat serta seniman Indonesia untuk berinteraksi dengan seniman Prancis.

Bertrand Meunier merupakan anggota dari Tendance Floue, perkumpulan fotografer yang berpusat di Paris. Karyanya telah menjadi koleksi beberapa lembaga, termasuk Fonds National d’Art Contemporain (National Fund of Contemporary Art), museum fotografi ‘Nicéphore Niépce’ di Chalon-sur-Saône dan Perpustakaan Nasional Prancis.( wh)