Bertikai dengan Bos Chelsea, Miliarder Rusia Ini Meninggal Papa

boris

Mantan orang terkaya di Rusia, Boris Berezovsky, meninggal dunia tanpa uang sepeser pun dan utang hingga 300 juta pound sterling. Hal ini terungkap di sebuah Pengadilan Tinggi Inggris baru-baru ini, dua tahun setelah kematian miliarder Rusia ini pada bulan Maret 2013.
Pengadilan Tinggi tersebut mengatakan Berezovsky memiliki sejumlah utang, diantaranya sebesar 46 juta pound sterling kepada Kantor Pajak Inggris. Aset-aset miliarder Rusia itu kini menjadi obyek sengketa.
Di masa jayanya, Berezovsky pernah memiliki kekayaan hingga 1,9 miliar pound sterling dan menjadi orang kedua terkaya di Rusia. Dalam keseharian, dia juga dikenal sebagai sosok yang keras dalam mengkritik Presiden Rusia Vladimir Putin. Kabar yang beredar, harta kekayaannya amblas karena perselisihan dengan Putin, perceraian, dan perselisihan dengan bos Chelsea, Roman Abramovich. Pada tahun 2001, miliarder Rusia ini putuskan pindah ke Inggris. Pada tahun 2012, hartanya juga amblas akibat kalah di pengadilan dari Roman Abramovich. Berezovsky harus mengeluarkan biaya pengacara dan pengadilan hingga 85 juta pound sterling.
Pada tahun 2011, dia bercerai dengan Galina Besharova dan diperkirakan harus membayar 100 juta-200 juta pound sterling kepada mantan istrinya tersebut. Perjalanan hidup miliarder Rusia ini berakhir pada Maret 2013 lalu. Berezovsky ditemukan tewas gantung diri di rumah mantan istrinya. Anaknya, Elizaveta Berezovsky, menuding bahwa ayahnya dibunuh agen pemerintah Rusia. Namun pengadilan tidak menemukan keterlibatan Kremlin. Malah, terungkap bahwa Berezovsky menderita depresi mendalam. (bst)