Berprestasi, FKPM Kedung Asem Rungkut Diundang Ke Mabes Polri

Berprestasi, FKPM Kedung Asem Rungkut Diundang Ke Mabes Polri

Didik Edy Susilo

Tak sia-sia kerja keras Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) Kedung Asem Indah Rungkut, Surabaya. Berbagai inovasi yang dilakukan kembali mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Kali ini datang dari Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Mabes Polri). FKPM Kedung Asem terpilih menjadi satu-satunya dari Surabaya yang mewakili wakil Jawa Timur yang diundang Mabes Polri.

Melalui  Surat Telegram dari Polda Jawa Timur Nomer ST/142/VII/HUK.6.5/2019, mengundang FKPM Kedung Asem Indah Rungkut  mengikuti Binkatpuan Manajemen Polmas Kepada Ketua FKPM dan Pengemban Polmas pada15-18 Juli 2019.

Ketua FKPM Kedung Asem Indah Didik Edy Susilo mengaku gembira dan bersyukur atas apresiasi tersebut. “Kami sungguh tidak menyangka pihak Mabes Polri memberi perhatian ini,” tutur dia, Jumat (12/7/2019).

Dia lalu menjelaskan, sebelumnya FKPM Kedung Asem terpilih menjadi wakil Jawa Timur dalam Lomba Polisi Masyarakat (Polmas). Event itu digelar hasil kerja sama Polisi Jepang dan Mabes Polri. Verifikasi telah dilakukan yang dihadiri  3 orang dari kepolisian Jepang bersama 5 orang dari tim Mabes Polri.

“Kami mendapat rekomendasi dari Polda Jawa Timur untuk mewakili Jawa Timur dalam keikutsertaan Lomba Polmas itu,” beber Didik.

Menurut Didik, FKPM Kedung Asem dinilai berhasil melakukan sinergi masyarakat dengan polisi. Hal itu terwujud dari banyaknya upaya penanggulangan dan pencegahan terhadap gangguan kantibmas dan tindak kriminal yang tidak memerlukan penangann dari kepolisian.

Didik kemudian menyebut berbagai inovasi yang dilakukan FKPM Kedung Asem yang didirikan sejak 2006. Satu di antaranya, one way gate dan pemberian stiker kendaraan warga yang cukup berhasil mempersempit celah bagi pihak yang tidak bertanggung jawab masuk ke wilayah permukiman.

“Kami juga membangun Posko Pokja FKPM. Buka 24 jam. Ada kegiatan olahraga, kesenian, kepemudaan, posyandu, dan masih banyak lagi. Kami juga menyulap lahan kosong samping Pokja menjadi kebun buah naga. Dalam setahun warga bisa dua kali memanen buah naga,” papar dia.

Dari inovasi tersebut, imbuh Didik, sederet penghargaan telah diraih, yakni juara Lomba Cipta Kampung Aman, Kampung Literasi Terbaik, dan Merdeka dari Sampah.

“Kami bisa bertahan selama tiga belas tahun karena ada dukungan warga. Mereka sangat antusias dengan program kerja FKPM,” pungkas Didik. (wh)

Berikan komentar disini