Beri Tips Raup Keuntungan dari Video Online

Beri Tips Raup Keuntungan dari Video Online
Eno Bening Swara. arya wiraraja/enciety.co

Konten video online kini bukan hanya sekadar sarana edukasi dan hiburan, tapi media pemasaran yang menjanjikan. Hal itu ditegaskan Eno Bening Swara, anggota Layaria dan partner manager Production Warlock.

 “Situs YouTobe misalnya, sekarang berubah menjadi media pemasaran yang mendatangkan keuntungan hingga jutaan rupiah,” ujarnya saat berbicara dalam pelatihan online video maker di Spazio, Surabaya, Kamis, (11/6/2015)

Kata dia, perkembangan smartphone menjadikan internet menjadi salah satu kebutuhan wajib kita sehari-hari. Saat ini, internet merupakan market yang menjanjikan. Setiap orang bisa mendapatkan keuntungan dari internet.

“Menjadi YouTuber adalah sebuah kerja kreatif baru, lewat sebuah video kita bisa menjadi seorang marketing yang andal,” terang Eno

 Menurut dia, dedikasi adalah kunci untuk menjadi profesional industri kreatif di bidang perfilman. Kreator video online adalah sebuah langkah awal.

Dia lalu menjelaskan, YouTube dapat menjadi alat ukur video tersebut layak atau tidak untuk menjadi hasil sebuah produksi indusri kreatif. “Dalam konten video yang ditayangkan di Youtube, kita dapat mengukur berapa kali video tersebut dilihat oleh orang,” jabarnya.

Dari data yang dihimpun oleh Layaria, ada sekitar lima puluh YouTuber professional yang tersebar di Indonesia. “Tiap bulan mereka bisa menghasilkan jutaan rupiah dari profesinya sebagai YouTuber,” ucap Eno.

Untuk menciptakan video yang bagus tidak harus menggunakan peralatan mahal, dengan menggunakan smartphone setiap orang dapat membuat video yang dapat langsung di-upload.

Eno juga menjelaskan beberapa tips agar video dapat menarik perhatian. “Seorang YouTuber harus dapat menentukan konsep dan karakter video yang dibuat, contohnya video lucu, tutorial atau motivasi semua memiliki ciri khas,” katanya.

Lebih lanjut, Eno menjelaskan dedikasi yang tinggi akan mendatangkan followers loyal yang secara rutin memantau hasil karya kita di media sosial.

“Hadirnya followers loyal merupakan tolak ukur hasil karya tersebut dianggap layak,” ujar Eno. (wh)