Berharap Kelebihan Pasokan  Berkurang,   Harga Minyak Menguat

minyak

Harga minyak dunia pada perdagangan Selasa pagi WIB (22/3) ditutup sedikit lebih tinggi karena harapan bahwa kelebihan pasokan akan berkurang. Pada pekan lalu, patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI), menguat berada di atas USD 40 untuk pertama kalinya sejak Desember, didukung penurunan tajam dolar dan munculnya optimisme bahwa produsen akan mencapai kesepakatan untuk memangkas produksi.

Patokan AS, minyak mentah WTI untuk pengiriman April berakhir naik 47 sen menjadi USD 39,91 per barel di New York Mercantile Exchange. Di London, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Mei, patokan Eropa, ditutup pada USD 41,54 per barel, naik 34 sen dari penutupan Jumat. “Kami terkejut (minyak) diperdagangkan lebih tinggi setelah merosot dalam beberapa kali aksi ambil untung pada Jumat,” kata Oliver Sloup dari iiTrader.com.

Dia menyatakan, tingkat psikologis minyak berada di level USD 40 per barel.

Setelah jumlah rig minyak dari Baker Hughes AS naik satu rig pekan lalu, menyusul penurunan selama lebih dari dua bulan, Sloup memprediksi laporan minggu ini akan menunjukkan bahwa rig akan kembali beroperasi. “Tapi dalam jangka panjang, saya merasa pada harga level ini produsen di Amerika Serikat akan menempatkan rig kembali beroperasi, dan saya pikir pada akhirnya akan memberikan tekanan pada harga,” tambahnya.

Para analis mengatakan pertemuan produsen OPEC dan non-OPEC pada 17 April di Doha, yang bertujuan menetapkan batas produksi untuk mengurangi kelebihan pasokan global, terus mendukung pasar.

Sloup mencatat bahwa Sekjen OPEC Abdullah el-Badri telah menyorotinya pada Senin, dalam sebuah konferensi pers, bahwa pertemuan mendatang menjadi momen positif pada pasar. Badri mengatakan bahwa kelebihan pasokan minyak saat ini mencapai 300 juta barel. “Bukan hanya kelebihan yang besar, tapi produksi juga masih tinggi,” kata Sloup, mencatat bahwa Iran masih meningkatkan produksinya. (bst)